4 Calon Ketua Umum Hipmi Bersaing

4 Calon Ketua Umum Hipmi Bersaing

Raja Sapta, Ketua Umum Hipmi saat ini.(Foto:Net)

Jakarta- Sebanyak empat calon ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Senin (8/12/2014), memaparkan visi dan misi sebagai rangkaian pemilihan pimpinan baru organisasi tersebut.
 
Empat kandidat tersebut yakni Bayu Priawan Djokosoetono, Priamanaya Djan, Bahlil Lahadalia dan Andhika Anindyaguna.
 
Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin, berharap penggantinya kelak harus lebih kritis dan mampu berkomunikasi dengan pemerintah yang merupakan mitra strategis organisasi.
 
"Pemerintah periode kemarin ada delapan menteri yang merupakan mantan ketua Hipmi. Tapi kali ini tidak ada wakil kami, jadi saya harap pengganti saya nanti harus mampu berkomunikasi terhadap mitra strategis kami, yaitu pemerintah," katanya.
 
Okto memastikan pemilihan pimpinan organisasi yang diketuainya berjalan baik dan melalui proses yang terstruktur secara komprehensif.
 
"Di Hipmi, kami pastikan semua tahapan berjalan baik. Karena kita sadari bersama, krisis kaderisasi saat ini terjadi di Indonesia. Tapi ini tidak boleh terjadi di Hipmi. Makanya kami lakukan secara komprehensif agar hasilnya juga pemimpin yang komprehensif," katanya.
 
Rangkaian pemilihan Ketua Umum Hipmi dimulai dari masa pendaftaran pada pertengahan Oktober lalu. Pemilihan ketua umum akan digelar di Bandung, Jawa Barat pada 11-14 Januari 2015 bersamaan dengan Musyawarah Nasional (Munas) XV Hipmi.
 
Sejak awal tahap seleksi, Okto mengatakan setiap kandidat telah melalui proses yang cukup ketat seperti pendidikan dasar dan kepemimpinan.
 
Para kandidat juga merupakan jajaran tinggi dalam kepengurusan Hipmi sehingga dinilai sudah memiliki pemahaman soal organisasi dan kewirausahaan.
 
Setelah pemaparan visi misi, para kandidat akan memberikan materi kewirausahaan di sejumlah kampus di Indonesia serta memaparkan materi kebangsaan dan keagamaan sebelum jadi calon ketum yang secara definitif dipilih dalam Munas.
 
Salah satu kandidat calon ketum Hipmi, Bahlil Lahadalia, mengaku ingin memperkuat fungsi dan peran Hipmi sebagai organisasi kader yang berorientasi kewirausahaan dan berwawasan kebangsaan.
 
Visi tersebut diimplementasikan dengan memberikan nilai tambah kepada anggota Hipmi melalui pendidikan dan pelatihan serta perluasan jaringan.
 
"Menjadi mitra strategis pemangku kepentingan dalam proses pembangunan dengan mendorong terciptanya regulasi yang berpihak pada Hipmi dan pengusaha pemula, serta menciptakan sinergi antaranggota dari berbagai tingkatan," katanya.
 
Ada pun kandidat lainnya, Bayu Priawan Djokosoetono memaparkan ingin menjadikan Hipmi sebagai lembaga profesional, mandiri dan strategis bagi percepatan pembangunan Indonesia dengan membangkitkan potensi daerah.
 
Caranya yaitu dengan mengoptimalkan organisasi untuk memperkuat karakter dan profesionalisme. Bayu juga akan membangun basis data sumber daya organisasi dalam peta digital.
 
"Berikutnya adalah menyelenggarakan 'investment summit' dalam upaya menjadikan Hipmi sebagai pintu gerbang investasi di Indonesia," katanya. (AY)
.

Categories:Nasional,