Menteri BUMN Menambah Tiga Direksi PT Pertamina

Menteri BUMN Menambah Tiga Direksi PT Pertamina

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Menteri BUMN Rini M Soemarno menambah tiga direksi PT Pertamina (Persero) untuk melengkapi empat direksi yang sudah ditunjuk sebelumnya di bawah kepemimpinan Dirut Dwi Soetjipto.

"Tiga tambahan direksi yaitu Rachmad Hardadi, Dwi Wahyu Daryoto dan Syamsu Alam," kata Rini yang didampingi Dwi Soetjipto di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Dengan penambahan tiga direksi, maka saat ini Pertamina memiliki 7 direksi yaitu Dirut Dwi Soetjipto dengan tiga direktur yang sudah diangkat sebelumnya Ahmad Bambang, Yenni Andayani, Arif Budiman.

Menurut catatan, Rachmad Hardadi sebelumnya menjabat Presiden Direktur PT Badak NGL.

Pria kelahiran Semarang, 4 Mei 1960 itu lulus S2 ITB Fakultas Teknik Kimia tahun 1995.

Sementara Dwi Wahyu Waryoto sebelumnya berkarir pada KAP Tanuredja, Wibisana dan rekan, termasuk pernah bergabung dengan PwC Indonesia.

Pria kelahiran 9 Desember 1963 ini lulus Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) tahun 1992, dan melanjutkan program S2 Psikologi UI tahun 2012.

Adapun Syamsu Alam sebelumnya pernah menjabat sebagai Presdir PT Pertamina EP anak usaha Pertamina (Persero) sejak 26 April 2011 hingga November 2013.

Syamsu mengawali karier di Pertamina sebagai asisten eksplorasi, selanjutnya menjabat sebagai ahli evaluasi geofisika dan kemudian menjadi Ahli Madya Geofisika di Direktorat Hulu.

Lulu sarjana Teknik Geologi ITB Bandung tahun 1988, Magister Teknik Geofisika ITB Bandung tahun 1994 dan meraih gelar Doktor di Texas A&M University Amerika Serikat pada 2001.

Rini menjelaskan, penujukan direksi tambahan tersebut atas pertimbangan rekam jejak yang tak tercela dan kompetensinya.

"Dengan usia berkisar 50 tahun, direksi tambahan ini diharapkan Pertamina bisa bergegas menyongsong masa depan. Selain tetap fokus meningkatkan produksi, juga lebih mengembangkan energi terbarukan," kata Rini.

Energi terbarukan ujarnya, tidak saja akan menjadi solusi bagi kian menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan baru bagi Pertamina.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,