Guru dan Murid Bukan Kelinci Percobaan

Guru dan Murid Bukan Kelinci Percobaan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Rencana pemerintah mencabut kurikulum 2013 menuai kontroversi. Banyak yang mendukung, tapi tak sedikit juga yang merasa keberatan atas keputusan itu. Ada juga, pihak yang mendukung tetapi mengkritisi kebijakan tersebut, seperti yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
 
Menurut Dedi, pihaknya akan mendukung penarikan kurikulum 2013, namun disayangkan tindakan pemerintah yang kerap mengganti sistem kurikulum seakan tanpa memikirkan imbas kepada sekolah dan siswa. "Saya merasa sekolah dan murid seperti jadi kelinci percobaan. Kenapa harus diubah-ubah tanpa memikirkan efeknya? Ini ngaco namanya,” tegas Dedi, Senin (8/12).
 
Dedi memaparkan, perubahan kurikulum kerap menyedot banyak anggaran. Untuk kurikulum 2013 lalu saja, selain harus melakukan sosialisasi, pemerintah sebelumnya juga sudah mengedarkan banyak buku untuk sekolah dan siswa. Kini, pemerintah kembali harus melakukan sosialisasi yang baru dan menarik buku yang sudah beredar.
 
"Korupsi itu kan menghabiskan uang negara dengan percuma. Dan perubahan kurikulum juga sudah menghabiskan uang negara dengan percuma. Bisa dikatakan ini juga melahirkan bagian dari korupsi dong,” katanya.
Meski  mendukung perubahan kurikulum 2013, ia meminta kepada pemerintah pusat agar ke depan tidak lagi  mengganti-ganti kurikulum lama dengan yang baru. Sebab, selain membingungkan juga terkesan mubadzir. "Menteri boleh berganti, tapi penyelenggara di Kementerian Pendidikan tidak berubah orangnya, kan tetap mereka-mereka juga,” pungkasnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,