Veloxymic Kimia Itenas Raih Posisi 3 ChemCar 2020 Jerman

Veloxymic Kimia Itenas Raih Posisi 3 ChemCar 2020 Jerman

Veloxymic Kimia Itenas meraih peringkat 3 ChemCar 2020 di RWTH Aachen Jerman. (foto - Itenas)

Bandung  -  Veloxymic  Tenik  Kimia  Itenas  Bandung  berhasil  meraih  peringkat  ke-3  dalam  kompetisi  ChemCar  2020 yang diselenggarakan di RWTH Aachen Jerman.

Di babak final mobil kimia yang terdiri atas Tim Veloxymic (Itenas Bandung Indonesia), De Salzigen TUKCars (TU Kaiserslautern), Steamtruck (RW TH Aachen), Elektrousine (TU Dortmund) dan Otto on Wheels (OvGU Magdeburg) berkompetisi secara online.

Kompetisi ChemCar kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pandemi Covid-19. Sementara kompetisi yang sebelumnya direncanakan secara offline itu pun di Jerman berubah menjadi online.

Tim Veloxymic mempersiapkan prototipe mobil yang bergerak karena adanya tekanan gas oksigen dari reaksi kimia yang berbasis pada mobil pertama mereka, yakni Pramakarsa.

Namun, dengan adanya regulasi yang ditetapkan oleh penyelenggara kompetisi yakni prototype mobil yang harus single action/one touch di starting line, mengharuskan untuk mengubah konsep untuk starting menjadi one touch.

Pramakarsa yang merupakan mobil pertama dari Tim Veloxymic memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan. Atau lebih dari action/touch pada starting line, sehingga Tim Veloxymic perlu memodifikasi mobil mereka.

Kendala itu dapat diantisipasi dengan mengaplikasikan ilmu keteknik-kimiaan khususnya di bidang piping and instrument. Mereka memasang check Valve pada bagian atas reaktor (tempat injeksi reaktan), sehingga dapat menjadi one action di starting line.

Tim Veloxymic Tenik Kimia Itenas Bandung.

Tim Veloxymic Itenas membuktikan, mobil kimia mereka menjadi mobil yang tercepat dalam melaju di race dengan error yang sangat kecil. Bahkan, komentator kompetisi yang berasal dari Jerman pun menganggap mobil kimia dari Teknik Kimia Itenas Bandung tersebut adalah rocket car.

Sebab, mobil tercepat jika dibandingkan dengan mobil kimia dari Universitas di Jerman serta memiliki tingkat error terkecil dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Veloxymic menjadi satu-satunya wakil dari Asia yang berhasil masuk ke babak final.

Tim yang masuk babak final terdiri atas 5 tim, 4 tim di antaranya berasal dari Universitas terbaik dari Jerman. Veloxymic dapat menyisihkan kompetitor lain dan menduduki juara ke-3, dari sekian banyak tim yang berasal dari berbagai universitas yang ada di dunia.

Tim Veloxymic beranggotakan Nugroho Sentoso, Faishal Hafizh Dinata, Fakhrurrazi Waridi Sidqi, M Alif Akbar Basuki, Fiqri Hadi Hendriyansyah dan Nurul Ratna Anissa, yang diketuai Imat Nur Alim dan dibimbing Riny Yolandha Parapat.

"Harapan ke depannya semoga Veloxymic (Teknik Kimia) Itenas Bandung dapat berprestasi pada kompetisi serupa maupun kompetisi lainnya. Selain itu dapat berkontribusi positif bagi almamater, bangsa dan negara," kata Ketua Tim Veloxymic Imat Nur Alim. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait