Guru Menilai Kurikulum 2013 Justru Positif

Guru Menilai Kurikulum 2013 Justru Positif

ilustrasi

Jakarta  -  Para guru menilai, Kurikulum 2013 justru mampu memperbaiki sikap siswa menjadi lebih baik. "Sikap siswanya terlihat berubah. Karena setiap guru menyampaikan aspek penilaian yang dibutuhkan, perilaku yang semestinya diterapkan siswa dalam kelas," ujar staf Kurikulum SMP Suluh Jakarta, Juriani Almaida, S.Pd di Jakarta, Senin (8/12).

"Dengan adanya penilaian sikap, anak-anak menjadi belajar berperilaku yang lebih baik. Kalau di kurikulum sebelumnya, KTSP, penilaian sikap itu tidak ada rubriknya, sehingga anak pun jadi lebih aware (peduli)," katanya.

Juriani juga menyebut, Kurikulum 2013 memberi siswa kesempatan menilai secara jujur tentang dirinya. "Anak-anak juga diberikan kesempatan menilai dirinya sendiri, lalu penilaiannya di cross check (diuji-ulang) kepada temannya. Guru lalu menilai kejujuran siswa di situ. Ada perubahan sikap pada siswa yang semula tidak jujur menjadi jujur," katanya. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 218 Jakarta, Drs. Nasa menyampaikan apresiasi senada yang menilai Kurikulum 2013 membantu siswa membentuk kepribadiannya.

"Kurikulum 2013 lebih bisa menggali kemampuan siswa. Dulu kan hanya pengetahuan, sekarang pendidikannya diterapkan benar untuk pembentukan kepribadian."Kami sebenarnya setuju ke Kurikulum 2013 karena menekankan pada kepribadian siswa. Hanya saja sistem penilaiannya harus dibuat memungkinkan terjangkau," katanya.

Nasa juga menyatakan, sejumlah perubahan sikap siswa pun mulai terlihat sejak sekolah menerapkan Kurikulum 2013, Agustus lalu, antara lain siswa menjadi cenderung lebih serius dalam belajar dan sikapnya santun. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,