Pohon Jacaranda Cantik Ternyata Bikin Kesal Warga Sydney

Pohon Jacaranda Cantik Ternyata Bikin Kesal Warga Sydney

Pohon Jacaranda menutupi Jalan Mc Dougall di Kirribilli North Shore Sydney. (foto - dailytelegraph)

Sydney  -  Musim   panas   akhir   tahun  akan  segera  memasuki   daratan  Australia.  Tak  seperti  negara  empat  musim  di  utara  yang  tertutup  salju,  sejumlah kota di Australia utamanya Sydney bakal dipenuhi oleh bunga.

Dilansir News Australia, salah satu kota yang kabarnya jadi cantik yakni Sydney, tepatnya di wilayah Jalan Mc Dougall di Kirribilli North Shore. Area tersebut dipenuhi dengan pohon Jacaranda yang bermekaran.

Selama ini pohon Jacaranda memang menjadi ciri khas Australia. Tak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk berfoto dengan latar cantiknya Jacaranda. Deretan pohon Jacaranda yang mekar membuat jalanan mirip dengan terowongan berwarna ungu.

Suasana di sekitar jalan itu pun jadi cantik dan instagrammable. Namjun demikian, hal itu ternyata tidak membuat warga yang berada di sana menjadi senang. Tampaknya karena keindahannya, area itu jadi tenar, khususnya di kalangan fotografer dan millennial.

Begitu populernya menjadikan seisi jalan di area itu dipenuhi oleh wisatawan. Ditambah letaknya yang strategis dekat dengan pelabuhan, membuat area itu yang paling banyak didatangi oleh wisatawan. Banyak pasangan yang menunggu untuk momen itu.

Mereka memilih pohon Jacaranda sebagai latar dari foto prewedding. Hasilnya, seisi jalan penuh dengan orang dan kendaraan yang nyaris tak bisa lewat. Untuk mendapatkan pose terbaik, para fotografer bisa berlutut sampai tengkurap di tengah jalan.
 
 
Belum lagi kaum millennial yang sibuk ambil foto untuk diunggah ke sosial media. Hal itu tentunya membuat warga sekitar menjadi geram. Mereka merasa sumpek dengan membludaknya wisatawan yang bikin macet jalanan dan tidak tahu aturan.

"Saya tinggal di McDougall Street dan itu mengerikan. Ada kerumunan besar sepanjang akhir pekan, sampah berserakan di mana-mana, klakson berbunyi, frustrasi. Bahkan, tidak ada tempat sampah tambahan, dan perilaku tidak aman dari pengunjung dan pengendara bermotor," sebut seorang warga di laman Facebook.

Perburuan tempat Instagrammable itu juga terjadi di wilayah pedesaan. Banyak petani yang mengeluh karena kebunnya rusak oleh ulah wisatawan. Kebanyakan mereka masuk ke kebun tanpa izin dan berfoto dengan menginjak-injak tanaman bunga.

Hanya demi konten para petani mengatakan, mereka rela berkendara ke desa dengan waktu sekitar empat jam dari Sydney dan kembali lagi ke kota. Konten sih boleh saja, tapi jangan sampai merugikan orang lain tgentunya. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,