Saudi tangguhkan Penerbitan visa Umrah Jamaah Indonesia

Saudi tangguhkan Penerbitan visa Umrah Jamaah Indonesia

Suasana dalam pesawat yang membawa jamaah umrah Indonesia. (foto - ist)

Jakarta  -  Pemerintah   Kerajaan   Arab  Saudi  kembali  menangguhkan  sementara  penerbitan  visa  umrah  untuk   calon jamaah umrah asal Indonesia. Hal itu dikonfirmasi setelah pertemuan dan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, juga pihak lain terkait.

"Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia," kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Oman Fathurahman dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

Sebelumnya Oman menyatakan, Menteri Agama RI Fachrul Razi sudah mengutus dirinya untuk memimpin tim koordinasi dan pengawasan umrah. Tim tersebut bertugas untuk mengidentifikasi sekaligus mengantisipasi permasalahan yang terjadi, selama jamaah umrah berada di Arab Saudi.

Berdasarkan pengawasan kata Oman, pihaknya telah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan persiapan secara lebih komprehensif, terkait penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini. Termasuk di dalamnya soal sosialisasi dan edukasi jamaah.

"PPIU yang akan memberangkatkan jamaah umrah di masa pandemi Covid-19 ini, harus benar-benar mempersiapkan para jamaahnya. Kuncinya edukasi. Jadi PPIU harus berikan edukasi secara intensif dan terperinci, terkait prosedur pelaksanaan ibadah umrah saat pandemi," tegas Oman.

Ia pun merinci beberapa temuan yang didapat timnya dalam proses pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah belakangan ini. Pertama, terdapat prosedur pemeriksaan PCR/Swab test pada saat jamaah melaksanakan karantina di hotel saat kedatangan.

Alasannya, hal itu untuk memastikan jamaah yang akan melaksanakan ibadah umrah atau salat lima waktu di Masjidil Haram bebas dari Covid-19. "Ketentuan itu tidak tertuang dalam aturan yang disampaikan Pemerintah Arab Saudi. Ini agar dipahami bersama oleh seluruh jamaah," katanya.

Kedua, terdapat 13 jamaah asal Indonesia yang terkonfirmasi positif berdasar hasil tes PCR/Swab yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Mereka yang positif diisolasi di hotel tempat jamaah menginap hingga 10 hari, sejak terkonfirmasi positif.

Setelah itu, mereka baru diizinkan untuk menjalankan salat di Masjidil Haram dan ibadah umrah. "Setelah itu, mereka meninggalkan Mekah untuk kembali ke Indonesia," katanya.

Ketiga, para jamaah umrah mendapat pendampingan yang ketat dari muassasah saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Itu dilakukan sebagai wujud pengendalian dan pengawasan mobilitas jamaah, termasuk memastikan protokol kesehatan yang diterapkan.

Empat, jamaah umrah asal Indonesia yang berangkat pada tanggal 1 dan 3 November 2020, tidak dapat melanjutkan ziarah ke Madinah, mengingat dalam rombongan tersebut terdapat kasus positif Corona.

Kelima, jamaah yang tidak memiliki dokumen hasil PCR/Swab dari Arab Saudi dilakukan karantina dan wajib dilakukan pemeriksaan PCR/Swab di tanah air, oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta setibanya di tanah air.
Sejauh ini, belum diketahui mengenai rincian penghentian visa umrah bagi jamaah asal Indonesia tersebut akan berlangsung sampai kapan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,