Pemerintah siapkan 3 opsi Pemberangkatan Ibadah Haji 2021

Pemerintah siapkan 3 opsi Pemberangkatan Ibadah Haji 2021

Masjidil Haram. (foto - AFP)

Jakarta  -  Menteri  Agama  Fachrul  Razi  menyampaikan,  pemerintah  belum  mendapatkan  kepastian  soal  pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021. Namun, Kementerian Agama telah menyiapkan tiga opsi terkait ibadah haji tahun depan.

"Hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mendapat tanda penyelenggaraan haji 2021. Saat ini telah dimulai mitigasi tahun depan dengan opsi," kata Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (18/11/2020).

Pertama, jamaah diberangkatkan dengan kuota penuh sebanyak 221 ribu, dengan catatan apabila pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir. Kedua, jamaah diberangkatkan dengan kuota terbatas sesuai pemberian pemerintah Arab Saudi, jika pandemi Covid-19 belum berakhir dan belum ada vaksin.

"Pembatasan kuota itu berdampak pada keberangkatan jamaah yang telah melakukan pelunasan BIPIH pada 2020. Tidak semua dapat diberangkatkan sesuai kriteria persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi," katanya.

Opsi ketiga tidak ada pemberangkatan haji tahun 2021 jika pemerintah Arab Saudi sama sekali tidak memberikan kuota bagi Indonesia. "Jamaah batal diberangkatkan jika pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota kepada pemerintah Indonesia," tegas Fachrul.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, pihaknya meminta penjelasan langsung dari Menag Fachrul terkait informasi penutupan visa bagi jamaah asal Indonesia yang hendak melakukan umrah.

"Kabar ini tentu sungguh mengejutkan kita semua, karena penyelenggaraan ibadah umrah yang sempat dibuka di masa pandemi lalu ditutup kembali, dalam rangka melakukan evaluasi lebih lanjut akibat adanya kasus jamaah umrah yang terpapar Covid-19," katanya.

"Ini tanggung jawab kita semua. Kita patut berbahagia dan berbangga karena ada kesempatan anak bangsa kembali menginjakkan kakinya di Tanah Suci, meski ternyata ada 13 yang terpapar. Saya kira ini kita evaluasi secara mendalam, di mana letak kelemahannya".

Selain itu, rapat akan membahas soal pembelajaran di pesantren dan pendidikan keagamaan di masa pandemi Corona. Yandri mendengar ada kabar siswa di salah satu pondok pesantren yang dilarang keluar atau menemui keluarganya.

Kemenag pun menyatakan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali menghentikan sementara penerbitan visa umrah untuk calon jamaah umrah asal Indonesia. Kemenag menyebut telah bertemu dan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai hal itu.

"Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Oman Fathurahman.

Namun demikian, kabar penutupan visa umrah dari Arab Saudi diklarifikasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pihak Kemlu menyebut yang distop itu hanya visa turis. Kemlu telah mengeluarkan pernyataan soal penerbangan umrah bagi jamaah Indonesia. Hal itu berdasarkan penyataan GACA (General Authority of Civil Aviation) di Arab Saudi. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,