Misteri 6 Ikan Paus Ditemukan Mati di Pesisir Barat Perancis

Misteri 6 Ikan Paus Ditemukan Mati di Pesisir Barat Perancis

Salah satu ikan Paus yang ditemukan mati di pesisir barat Perancis. (foto - Reuters)

Paris  -  Sejumlah  ikan  paus sirip  ditemukan  terdampar di pesisir  barat  Perancis  sudah lebih dari  satu  bulan  terakhir ini. Adanya lonjakan pada jumlah bangkai paus tersebut, membuat para ahli prihatin atas kejadian tersebut.

Dilansir france24, Kamis (19/11/2020) semua bangkai yang ditemukan berjenis paus sirip tersebut, merupakan yang terbesar kedua setelah sebelumnya paus biru. Sejauh ini, penyebab kematiannya pun belum diketahui pasti.

Selama satu setengah bulan terakhir setidaknya ada enam paus yang ditemukan, tidak ada indikasi adanya perkelahian atau kecelakaan dengan kapal. Keenam paus itu terlihat kurang gizi dan menunjukkan adanya pendarahan pada sistem jantung dan pernapasan.

Ahli biologi kelautan telah menggunakan sejumlah alat, termasuk pisau panjang untuk membedah salah satu paus untuk diambil sampelnya. Mereka berharap, agar bisa segera mengungkap misteri kematian paus tersebut.

Salah satu kemungkinan, paus itu terpapar suatu virus. Menurut ilmuwan, rata-rata dalam setahun ada tiga hingga 10 paus yang terdampar. "Kami memliki fenomena yang hampir menjadi sebuah pandemi, bagaimana pun ini adalah lonjakan kematian yang tidak normal," sebut peneliti Willy Dabin.

Peneliti juga masih menimbang, adakah kemungkinan kematian itu karena dampak dari manusia yang merusak lingkungan. Sehingga hal itu yang kemudian membuat paus lebih rentan terhadap penyakit.

Pejabat setempat melakukan identifikasi, di mana bangkai terakhir memiliki panjang 16 meter dengan berat sekitar 10 ton. Pada Februari lalu, paus sirip itu pun ditemukan mati di pantai Cornwall.

Makhluk itu awalnya terlihat berenang tepat pada saat hari Valentine. Paus tampak belum makan dalam beberapa waktu. Ia menggelepar di bebatuan membuat organ internalnya hancur, karena ukurannya memang yang sangat besar. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,