KPK Geledah Gedung DPRD Jabar 8 Jam Menyisir 4 Ruangan

KPK Geledah Gedung DPRD Jabar 8 Jam Menyisir 4 Ruangan

Penyidik KPK mengamankan sejumlah berkas dari gedung DPRD Jabar. (foto - ist)

Bandung  -  Sejumlah  berkas  terkait  dengan  kasus  yang  menjerat  anggota  DPRD  Jabar  Abdul  Rozaq  Muslim  dibawa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro Bandung, Kamis (3/12/2020).

Penyidik KPK menyisir sedikitnya empat ruangan yang berada di Gedung DPRD Jabar. Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jabar Yedi Sunardi mengatakan, kedatangan KPK yakni untuk menindaklanjuti atas penetapan tersangka satu anggota DPRD Jabar.

"Mereka melakukan penggeledahan ke sini. Mereka sebut pengeledahan dalam rangka penyidikan," kata Yedi, seusai mendampingi sejumlah penyelidik KPK yang melaksanakan penggeledahan tersebut.

Menurutnya, sedikitnya ada tujuh anggota KPK yang mendatangi Kantor DPRD Jabar. Mereka datang sekitar pukul 08.00 dan keluar pukul 16.00 WIB. Mereka mendatangi empat ruangan di Kantor DPRD Jabar.

"Mereka mendatangi hanya empat ruangan, namjun saya tidak bisa menyebutkan nama-nama ruangan tersebut. Penggeledahannya selesai sebelum jam 12.00, sementara tim mereka ada tujuh orang," katanya.

Setelah beberapa ASN Kantor DPRD Jabar mengumpulkan sejumlah berkas yang diminta penyidik katanya, KPK pun langsung membawa berkas-berkas tersebut.

"Sejak kedatangannya mereka memang sudah membawa ransel dan kotak besar. Satu kotak besar itu sedikit yang isinya dari DPRD. Mereka sudah siapkan wadah itu semua bukan dari sini. Mereka bawa sendiri dan dibawa lagi. Berkas dari DPRD hanya beberapa," tegas Yedi.

Diketahui, para penyidik mendatangi antara lain ruang Fraksi Partai Golkar dan menghabiskan waktu cukup lama di tempat itu. Kemudian beberapa saat sempat mendatangi ruang Bagian Persidangan dan PUU.

Mereka bercakap-cakap dengan sejumlah ASN di koridor depan ruangan, yang berseberangan dengan ruang penyimpanan arsip. Kedatangan mereka diduga terkait pencarian berkas, yang ‎berhubungan dengan kasus di Indramayu terkait Abdul Rozaq Muslim.

"Ya, benar terkait dengan yang Indramayu. Mereka ke ruangan itu mencari beberapa hal. Mereka permisi ke sekretariat, humas hanya mengantakan ke ruangan yang dimintai oleh penyidik. Total penyidiknya ada tujuh orang," kata Yedi.

Seperti diketahui, Abdul Rozaq Muslim ditetapkan tersangka dugaan penerimaan hadiah dari Carsa, mantan kepala desa yang divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung karena melakukan tindak pidana korupsi suap pada Bupati Indramayu‎ Supendi.

Supendi juga turut divonis bersalah. Dalam kasus itu, Abdul Rozaq Muslim diduga menerima uang Rp sebesar Rp 8,5 miliar lebih. Pada persidangan kasus Supendi dan Carsa, Rozaq juga sempat dihadirkan sebagai saksi. Saat itu, ia mengklarifikasi soal penerimaan uang. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,