Ada Aktor Lain di Balik Kematian Munir

Ada Aktor Lain di Balik Kematian Munir

Ahmad Taufik saat memberikan orasi ilmiah di Unisba dalam memperingati Hari Korupsi Dunia, Selasa (9/12/2014).(Foto:Putri/CikalNews)

Bandung - Calon Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Ahmad Taufik Al Jufri mengatakan, kasus kematian Munir pada intinya bukan hanya melibatkan pelaku yang membubuhkan racun. Namun ada aktor lain di balik kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir yang belum tersentuh.
 
"Kasus kematian Munir ini tentu sangat kuno dan pengecut. Yang terlibat bukan saja pelaku peracun tapi juga Direktur Garuda. Sistem bekerja saling melindungi para pelaku kejahatan tersebut. Kejahatan ini adalah kejahatan yang bersifat sistemik," ungkap advokat yang juga seorang jurnalis ini saat jadi pembicara di Gedung SC (Student Center) Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Tamansari No. 1 Bandung, Selasa (9/12/2014).
 
Pada kesempatan itu, Al Jufri menyinggung pula persoalan korupsi yang salah satunya dapat mengakibatkan buruknya pelayanan publik. "Kita harus melawan supaya layanan kesehatan dan pendidikan menjadi lebih baik. Lalu akibat korupsi juga BBM naik," tegasnya sambil menambahkan, rakyat difitnah bahwa rakyat diberi subsidi maka dari itu harus dinaikkan harga BBM.
 
Padahal, tambah Al Jufri, tidak ada itu subsidi. "Pemerintah yang dibilang kerja, kerja, kerja, tidak ada hasilnya. Kondisi inilah yang sebenarnya disebut premanisme," ucap Al Jufri  dibarengi tepuk tangan peserta yang memadati aula dalam rangka memperingati Hari HAM yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2014.
 
Selain persoalan itu, Al Jufri juga menyinggung tentang pembangunan infrastruktur yang terhambat, sebab masih banyak pembongkaran proyek yang tetap terjadi di akhir tahun. "Hal seperti ini hanya menghabiskan anggaran," ujarnya.  (AY)
.

Categories:Bandung,