Menyoal kasus Gisel Media Asing Soroti Hukum di Indonesia

Menyoal kasus Gisel Media Asing Soroti Hukum di Indonesia

Media asing soroti hukum di Indonesia terkait kasus video syur Gisel. (foto - ist)

Bandung  -  Video  syur  artis  Gisella  Anastasia (Gisel) tak  hanya  menggegerkan  publik  Tanah  Air  tapi  juga masyarakat di sejumlah negara. Tercatat, ada dua media dari Inggris dan Cina yang menyorot kasus hukum, yang menimpa mantan istri Gading Marten itu

Media South China Morning Post misalnya dengan tegas mengangkat berita, ancaman penjara bisa mengintai mereka yang tinggal di Indonesia apabila mereka membuat video porno untuk konsumsi pribadi.

Nama Gisella Anastasia dan pemeran pria dalam video syur Michael Yukinobu de Fretes itu pun, turut disebutkan menjadi tersangka dari kasus tersebut. Media itu juga tertulis pula, pasal-pasal yang menjerat keduanya terbilang cukup kontroversial.

Sebab, Gisel dan Nobu tidak pernah berniat untuk menyebarkan video syur tersebut dengan sengaja.
Aktivis hak perempuan dan ahli hukum pun turut mengutuk penuntutan Gisel. Menurutnya, Gisel adalah korban dalam kasus itu dan ia sebetulnya harus dilindungi oleh negara.

"Undang-undang anti-pornografi harus diamandemen, karena undang-undang itu disahkan dengan tergesa-gesa dan tidak dibahas secara rinci dengan publik," sebut Olin Monteiro, seorang aktivis hak-hak perempuan dan pendiri Arts for Women.

Sebelumnya Komnas Perempuan pun menilai, Gisel sebagai korban dari kasus video syur yang menjerat dirinya bersama Michael Yukinobu de Fretes hingga menjadi tersangka. Polisi justru menilai, Gisel ada kelalaian hingga akhirnya video syur itu tersebar.

"Korban sebagai apa? Membuat apalagi menyebarkan. Membuat memang ada pengecualian, pengecualian membuat itu kalau dia untuk konsumsi pribadi. Nah kalau konsumsi pribadi itu harus dijelaskan lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (2/1/2021).

Menurut Yusri, ada andil kelalaian dari Gisel yang mengakibatkan video syur pribadi itu menjadi konsumsi publik. Sehingga pengecualian di Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi menjadi gugur dalam kasus video syur tersebut.

"Yang terjadi (sekarang) sudah konsumsi publik. Berarti sudah hilang Pasal 4 ayat 1. Berarti ada kelalaian di situ dia bisa sampai ke publik," tegas Yusri.

Selain itu, dari pemeriksaan Gisel mengakui sempat mengirimkan video itu ke Nobu. Saat menerima video itu, Nobu mengaku baru sepekan kemudian menghapus video syur. "Lalu dia transfer ke cowok itu. Berarti sudah ada penyebaran," katanya.

Seperti diketahui, kasus video syur yang melibatkan Gisel dan Nobu menyita perhatian publik beberapa waktu terakhir. Sejumlah pihak menyayangkan status tersangka yang dikenakan kepada Gisel dan Nobu.

Komnas Perempuan menganggap, artis jebolan salah satu pencarian bakat itu sebagai korban di kasus tersebut. Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi menilai, dalam kasus itu Gisel adalah korban dari penyebaran konten pribadi.

"Dalam kasus GA dan MYD, keduanya melakukan hubungan seksual dan merekamnya tidak untuk ditujukan kepentingan industri pornografi, atau untuk disebarluaskan. Jadi GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten intim," kata Siti. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,