Tertinggi, Israel Telah Vaksinasi Covid-19 Lebih 1 Juta Warga

Tertinggi, Israel Telah Vaksinasi Covid-19 Lebih 1 Juta Warga

Israel memulai vaksinasi Covid-19 sejak Jumat 1 Januari 2021. (foto - Getty Images)

Yerusalem  -  Pemerintah Israel telah  melakukan  vaksinasi  Covid-19  kepada  lebih  satu  juta  warganya.  Angka  tersebut tertinggi dibandingkan negara lain di dunia, yang telah mengedarkan vaksin Covid-19 kepada warganya.

Dilansir nytimes, diketahui Israel memiliki tingkat vaksinasi 11,55 dosis per 100 orang. Angka itu lalu diikuti oleh Bahrain pada angka 3,49 dan Inggris 1,47, sebagaimana dilansir situs web tracking global yang berafiliasi dengan Universitas Oxford.

Sebagai perbandingan, Perancis misalnya hanya memvaksinasi 138 orang per 30 Desember 2020. Angka perbandingan tingkat vaksinasi itu didaftarkan secara serentak dalam Our World in Data, bekerja sama dengan Universitas Oxford dan lembaga amal edukasional.

Mereka membandingkan jumlah orang yang sudah menerima dosis vaksin Corona. Namun kebanyakan vaksin diberikan dalam dua kali dosis, yang pemberiannya dilakukan berselang waktu satu minggu.

Hingga 1 Januari 2021, data negara pemberi vaksin terbanyak yakni Israel diikuti Bahrain kemudian Inggris lalu Amerika Serikat, Denmark dan Cina.

Sementara AS mengalami kegagalan target yang pada awalnya menargetkan 20 juta warganya akan mendapatkan vaksin Corona pada akhir tahun 2020. Israel sendiri mulai menyuntikkan vaksin kepada warganya mulai tanggal 19 Desember 2020.

Vaksin tersebut diberikan kepada sekitar 150.000 orang per hari. Warga yang merupakan prioritas diberikan vaksin, antara lain lansia berusia di atas 60 tahun, pekerja medis dan orang dengan kondisi medis yang rentan.

Sebelumnya, melansir Russian Today, lebih dari 200 warga Israel dinyatakan positif Covid-19, beberapa hari setelah mendapat suntikan vaksin virus corona dari Pfizer-BioNTech. Menurut laporan, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 meski sudah divaksin sekitar 240 orang.

Infeksi itu masih bisa terjadi lantaran vaksin Pfizer-BioNTech yang dipakai Israel membutuhkan waktu untuk melatih sistem kekebalan, agar dapat mengenali dan melawan penyakit. Menurut penelitian, kekebalan terhadap Covid-19 meningkat 8 hingga10 hari, setelah suntikan pertama dan itu baru 50 persen.

Semenara suntikan kedua diberikan 21 hari setelah suntikan pertama dan kekebalannya 95 persen, sesuai yang diklaim Pfizer-BioNTech yang dicapai seminggu setelahnya. Dengan demikian, masih ada kemungkinan 5 persen tertular Covid-19 meski sudah disuntik dosis penuh.

Kanto berita Israel lalu mendesak masyarakat untuk tetap waspada, dan tetap taat mematuhi semua protokol kesehatan guna mencegah Covid-19. Negara pimpinan PM Benjamin Netanyahu itu sedang melakukan vaksinasi secara besar-besaran. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,