Menag Imbau NU Bendung Paham Radikal

Menag Imbau NU Bendung Paham Radikal

ilustrasi

Padang - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menghimbau Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nahdatul Ulama (NU) mampu membendung paham radikal yang muncul akhir-akhir ini.
 
"Ormas NU pola pikirnya rasional, apalagi orang Sumbar yang berpikir sangat rasional," katanya saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Sumatera Barat (Sumbar) di Padang, Selasa (9/12/2014).
 
Ia mengatakan paham-paham radikal tersebut akhir-akhir ini muncul di belahan dunia mulai masuk ke kehidupan beragama masyarakat Indonesia.
 
Menag berharap agar NU mampu memilah paham yang beredar tersebut.
 
"Aambillah yang terbaik untuk diterapkan," katanya.
 
Dia menyebutkan corak Islam yang mayoritas di Indonesia adalah "Ahlussunnah Wal Jamaah", dimana corak tersebut mampu membawa rahmat (kebaikan) bagi semua.
 
"Ini merupakan corak khas Islam Indonesia, dimana corak tersebut tidak dimiliki negara lain," kata dia.
 
Untuk itu, dia meminta NU agar mempertahankan corak Islam Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri tersebut.
 
Hal itu, ditekankannya karena banyaknya paham-paham radikal yang muncul di Indonesia akhir ini.
 
Selain menghadiri Muskerwil NU Sumbar, Menag juga meresmikan Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Sumbar yang ditandai dengan ditandatangannya prasasti.
 
Ketua PBNU Sumbar, Maswar, mengatakan pendirian UNU di provinsi itu hanya tinggal pengurusan izinnya di Dirjen Pendidikan Tinggi.
 
NU, kata dia, menargetkan berdirinya 23 universitas di seluruh Indonesia, sebagiannya sudah dilakukan pembangunannya dan sudah berjalan Proses Belajar Mengajar (PBM).
 
Selain UNU, kedepannya, PBNU Sumbar merencanakan ada lembaga pendidikan yang komplit (SD-SMA) di setiap kabupaten/kota di Sumbar.
 
"Hal ini akan menjadi tugas PBNU Sumbar dan masing-masing pengurus di tingkat kabupaten/kota," katanya. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,