Diduga Usai 'Digilir' Pramugari Filipina Itu Ditemukan Tewas

Diduga Usai 'Digilir' Pramugari Filipina Itu Ditemukan Tewas

Christine Angelica Dacera. (foto - Mirror)

Manila  -  Seorang   pramugari  Filipina  Christine  Angelica  Dacera  diduga  'digilir'  (diperkosa)  sebelum  dibunuh,  setelah mengunjungi sebuah pesta. Selain dikenal berprofesi sebagai pramugari, Dacera pun dikenal sebagai seorang model.

Dilansir New York Post, Kamis (7/1/2021) Christine Angelica Dacera (23) adalah seorang pramugari di maskapai Philippine Airlines. Perempuan muda itu berasal dari General Santos City.

Dacera merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia menyandang gelar komunikasi dengan predikat cum laude di University of the Philippines Mindanao di Davao City.

Sebelum menjadi pramugari, ia juga dikenal sebagai seorang penari, model dan mengikuti berbagai kontes. Termasuk pernah menjadi finalis di Mutya ng Davao pada tahun 2019.

Pada 2019, perempuan cantik itu pindah ke Manila untuk bekerja sebagai pramugari di Philippine Airlines. Tempatnya ia bekerja pun mengenang Dacera sebagai anggota kru yang "terhormat dan profesional".

Berdasarkan penuturan ibunya Sharon, impiannya adalah membawa keluarganya berkeliling dunia. Polisi mengatakan, Dacera terakhir kali terlihat di depan umum pada 31 Desember, saat check in di City Garden Hotel Makati City bersama tiga temannya.

Disebutkan, perempuan berusia 23 tahun itu tertangkap kamera CCTV sedang berada di City Garden Grand Hotel di Makati City. Media GMA News melaporkan, saat itu ia sedang berpesta pada Malam Tahun Baru.

Lokasi Christine Angelica Dacera yang ditemukan meninggal (foto - Daily Star)

 

Ia tampak tanpa alas kaki dan memegang gelas anggur bersama sedikitnya tiga pria saat mereka berpindah antar kamar. Tampak juga ia mencium seorang pria dengan celana pendek dan topi baseball menghadap ke belakang.

Namun, beberapa jam kemudian pramugari Filipina itu ditemukan tidak sadarkan diri di kamarnya. Tak berapa lama Dacera dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat setelah dilarikan oleh teman dan staf hotel.

Polisi Makati mengklaim ada tanda-tanda pemerkosaan. Kemudian pada hari Senin 4 Januari polisi mengajukan dakwaan pemerkosaan dengan pembunuhan, terhadap 11 pria yang telah berpesta dengannya.

Namun, pada hari Rabu 6 Januari jaksa penuntut membebaskan hanya tiga orang yang telah ditangkap. Jaksa ngotot penyelidik tidak membuktikan dia "dilecehkan atau diperkosa" oleh 11 pria yang dituduh tersebut.

Salah seorang tersangka Gregorio de Guzma, putra penyanyi terkenal Filipina Claire dela Fuente menampik laporan, ada pemerkosaan secara beramai-ramai. Ia bersikeras, sebagian besar pria tersebut adalah gay. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,