KPK Geledah Rumah di Jakarta - Bekasi terkait Kasus Bansos

KPK Geledah Rumah di Jakarta - Bekasi terkait Kasus Bansos

Penggeledahan rumah orangtua anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus di Jalan Raya Hankam Cipayung Jaktim. (foto - ist)

Jakarta  -  Penyidik  KPK  kembali  melakukan  penggeledahan  terkait   kasus  korupsi   bantuan  sosial  (Bansos)  Covid-19. Kali ini, KPK menggeledah dua rumah yang berada di wilayah Jakarta Timur dan Kota Bekasi.

"Terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tersangka JPB (Juliari P Batubara) dkk, tim penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Lokasi pertama, sebuah rumah di Jalan Raya Hankam Cipayung Jakarta Timur, sedangkan lokasi kedua di Perumahan Rose Garden Jatikramat Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat.

Sebelumnya, penyidik KPK pun telah menggeledah sejumlah tempat terkiat kasus tersebut. Salah satu tempat yang digeledah berada di gedung Patra Jasa dan Soho Capital Podomoro City Jalan Letjend S Parman Jakarta Barat.

Seperti diketahui, Juliari Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos Corona. Juliari dijerat bersama empat orang lainnya, yakni Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM serta Harry Sidabuke.

Dua nama pertama merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga, Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. KPK menduga, Juliari Batubara sudah menerima uang total senilai Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

"Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee kurang-lebih sebesar Rp 12 miliar. Pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) senilai Rp 8,2 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako terkumpul uang fee dari Oktober 2020 hingga Desember 2020, sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar. Diduga, uang itu akan dipergunakan untuk keperluan JPB," kata Firli. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,