Bom Meledak di Bus, 10 Orang Tewas

Bom Meledak di Bus, 10 Orang Tewas

ilustrasi

Davao - Sepuluh orang, termasuk banyak siswa sekolah menengah atas, tewas akibat ledakan bom di bus di Filipina Selatan pada Selasa (9/12/2014), kata juru bicara tentara.
 
Bus kelolaan perusahaan Lintas Pedesaan itu sedang melalui kota Maramag di pulau bergolak Mindanao saat bom tersebut meledak, kata juru bicara daerah Mayor Christian Uy.
 
Ledakan itu juga melukai sedikitnya 16 orang.
 
Banyak dari korban itu adalah siswa sekolah menengah atas, yang baru naik bus tersebut, yang melewati sekolah di kota itu, kata Letnan Norman Tagnos, juru bicara brigade infanteri setempat.
 
Bom itu meledak sesaat sesudah pada siswa tersebut naik.
 
Tagnos mengatakan pemerasan diduga sebagai kemungkinan alasannya. Pemboman itu yang terkini dalam serangkaian serangan terhadap perusahaan bus tersebut.
 
Pada bulan lalu, bom meledak di bus Lintas Pedesaan di Mindanao, mencederai empat orang.
 
Sepuluh orang tewas akibat bom meledak di bus kelolaan perusahaan itu di Mindanao pada 2010.
 
Pegaris keras dituding sebagai pelaku pemboman itu sebagai bagian dari pemerasan.
 
Kelompok bersenjata menjamur di Filipina selatan sejak gerilyawan Moro mulai bertempur pada 1970 untuk mendirikan negara Islam di bagian dari negara dengan sebagian besar berpenduduk Kristen itu.
 
Di antara mereka adalah Abu Sayyaf, kelompok terkait Alqaida dan terkenal dengan pemboman dan penculikan besar-besaran, serta kelompok lain, yang menentang perdamaian di selatan.
 
Kelompok pemberontak utama, Kubu Pembebasan Islam Moro, menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah pada Maret.
 
Pasukan Filipina pada pekan sebelumnya menyelamatkan warga Swiss dari penyekapan kelompok Abu Sayyaf.
 
Korban itu, Lorenzo Vinceguerre, 49, adalah salah satu dari dua pengamat burung Eropa, yang disandera lebih dari dua tahun oleh kelompok Abu Sayyaf di propinsi pulau Sulu, Filipina selatan.
 
Ia dilaporkan terluka dalam penyelamatan di desa kota Patikul, kata Kapten Rowena Muyuela, juru bicara Komando Mindanao Barat.
 
Ia menyatakan Pasukan Tugas Gabungan Sulu di bawah Kolonel Alan Arrojado meluncurkan penegakan hukum terhadap kelompok Abu Sayyaf, memicu bakutembak pada sekitar pukul 05.20 waktu setempat. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:perang,