Dirut RS UMMI Jadi Tersangka Kasus Swab HRS, Ini Alasannya

Dirut RS UMMI Jadi Tersangka Kasus Swab HRS, Ini Alasannya

Dirut RS UMMI Bogor Andi Tatat. (foto- ist)

Jakarta - Dirut RS UMMI Bogor Andi Tatat ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS). Menurut polisi, Andi Tatat bertanggung jawab atas data hasil tes swab Habib Rizieq.

"Dia sebagai penanggung jawab. Rumah Sakit UMMI itu merupakan rumah sakit rujukan Covid," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, Andi Tatat selaku penanggung jawab RS UMMI wajib melaporkan hasil tes swab pasiennya ke Satgas Covid-19. Sebab, RS UMMI merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Bogor.

"Ada kewajiban yang harus dia laksanakan terhadap gugus tugas. Kalau memang dia tidak mau bekerja sama, ya jangan jadi rumah sakit rujukan," ujarnya.

Seperti diketahui, tim penyidik Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka, terkait kasus RS UMMI Bogor. Ketiganya yakni Habib Rizieq Shihab, menantu Habib Rizieq, Muhammad Hanif Alatas serta Dirut RS UMMI Andi Tatat.

"Penyidik sudah melaksanakan gelar perkara dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Rizieq, dr Tatat dan Hanif Alatas," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Andi mengatakan, tim penyidik sudah memiliki bukti yang cukup dalam menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Ada empat alat bukti yang dimiliki penyidik. "Jadi tersangka berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli ditambah surat dan petunjuk. Kalau bukti undang-undang itu minimal dua alat bukti. Alat bukti penyidik ada 4," tegasnya.

Ia menjelaskan, Habib Rizieq, Hanif dan Andi Tatat dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Ketiganya juga disangkakan dengan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,