DKPP Pecat Ketua KPU Arief Budiman Terkait Evi Ginting

DKPP Pecat Ketua KPU Arief Budiman Terkait Evi Ginting

Arief Budiman. (foto - dok)

Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Arief Budiman sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). Arief terbukti melanggar kode etik. Keputusan itu disampaikan dalam sidang etik putusan perkara dengan nomor 123-PKE-DKPP/X/2020.

Arief juga mendapat sanksi peringatan keras. "Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku ketua KPU RI," tulis putusan DKPP yang dikutip, Rabu (13/1/2021).

Arief dinilai melanggar kode etik saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Saat itu, Evi menggugat surat keputusan Presiden Jokowi yang memberhentikan dirinya.

DKPP mafhum tindakan Arief dilandasi ikatan emosional sebagai rekan kerja. Namun, ikatan emosional tak bisa menjadi alasan melanggar keputusan DKPP soal etika penyelenggara pemilu. "Terkesan menjadi pendukung utama dalam melakukan perlawanan terhadap putusan DKPP," sebutnya.

Sebelumnya, DKPP menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu oleh Ketua KPU Arief Budiman. Ia diadukan oleh Jupri dengan nomor perkara 123-PKE-DKPP/X/2020.

Jupri mengadukan Arief terkait dugaan pelanggaran etik saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik ke PTUN Jakarta. Evi sempat diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020.

Pemohon juga mempermasalahkan keputusan Arief menerbitkan Surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Surat itu meminta Evi kembali aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU periode 2017-2022.

Arief Budiman mengaku, kehadirannya mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting mendaftar gugatan pemecatan ke PTUN atas inisiatif sendiri. Ia menjalani sidang etik lantaran diduga melanggar aturan saat mendampingi Evi.

"Institusi (KPU) tidak pernah menugaskan saya ke sana. Kami (komisioner) tidak pernah membahas datang ke sana atau tidak. Itu murni saya berempati dengan yang bersangkutan," aku Arief dalam persidangan yang digelar DKPP secara virtual, pada Rabu 18 November 2020 lalu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,