Paspor Pramugari Oke Ditemukan Bersama Serpihan SJ - 182

Paspor Pramugari Oke Ditemukan Bersama Serpihan SJ - 182

Pramugari Nam Air, Oke Dhurrotul Jannah (23). (foto - @okedhorrotuljannah)

Jakarta  -  Sejumlah  serpihan  pesawat  Sriwijaya  Air  nomor  register  PK-CLC  dengan  nomor  penerbangan  SJ-182  serta properti milik korban pesawat itu kembali ditemukan tim SAR gabungan Polri di perairan Kepulauan Seribu, Rabu (13/1/2021).

"Kita temukan banyak serpihan pesawat dan properti korban meski terkendala cuaca. Antara lain kartu penerbangan, uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000, paspor hingga SIM diduga milik korban serta pelampung penumpang pesawat," kata Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Yassin Kosasih.

Menurut Yassin, paspor yang ditemukan tertera atas nama Oke Dhurrotul Jannah (23). Oke merupakan pramugari NAM Air, sebagai kru tambahan dalam pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh rute Jakarta - Pontianak, Sabtu 9 Januari 2021. Sementara itu, SIM yang ditemukan atas nama Didik Gunardi, serta beberapa puing pesawat yang diduga milik Sriwijaya Air SJ-182.

Disebutkan, di hari kelima pencarian lanjut Yassin Kosasih, Polri menerjunkan tiga tim penyelam. Terdiri atas Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud PMJ, Ditpolairud Polda Banten, Ditpolairud Polda Jabar dan Korp Brimob Polri.

 
Oke Dhurrotul Jannah. (foto - @okedhorrotuljannah)
 

Untuk teknis pencarian dilakukan secara bergantian dengan kurun waktu satu jam penyelaman. Tim pertama dilakukan pada pukul 7.50-8.50 WIB, kemudian pukul 10.20-11.30 WIB serta pukul 13.30-14.30 WIB.

Sejumlah barang temuan itu didata terlebih dahulu oleh tim SAR gabungan Polri, sebelum diserahkan ke Basarnas di Dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara. Barang itu langsung diperiksa oleh Tim DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, pada Sabtu 9 Januari pukul 14.40 WIB. Pesawat diketahui jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

 
Pramugari Nam Air, Oke Dhurrotul Jannah saat didatangi Camat Parongpong.

 

Sementara itu, tim DVI Polri hingga Rabu sore sudah berhasil mengidentifikasi enam jenazah korban Sriwijaya Air. Masing-masing atas nama Okky Bisma, Kasanah, Fadly Satria Satrianto, Ashabul Yamin, Agus Minarni dan Indah Halimah Putri.

Sebelumnya, duka menyelimuti keluarga Oke Dhurrotul Jannah, pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, yang jatuh pada Sabtu 9 Januari 2021 di Perairan Pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Destri Nurhayati, perwakilan dari pihak keluarga Oke menyatakan, orangtua Oke langsung berangkat ke Jakarta untuk mencari informasi tentang sepupunya itu. "Ibu Oke sudah menyusul ke Jakarta kemarin," katanya.

Diketahui, Oke Dhurrotul Jannah merupakan warga Kampung Manglayang Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Menurut Destri, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Oke yang semasa hidupnya bercita-cita memiliki usaha makanan, yakni sebuah coffee shop.

"Kami dari keluarga sudah ikhlas, yang kami inginkan jasadnya segera ditemukan dan bisa sampai di rumah. Ia selalu chatting setiap hari dengan saya, punya cita-cita buka coffee shop. Oke juga bilang akan mengabari saya setelah nanti pulang kerja," tegas Destri.

Sejak menerima informasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, kediaman Oke didatangi kerabat dan tetangga untuk mengucapkan belasungkawa. "Sabtu pukul 14.30 WIB kami melihat pemberitaan pesawat jatuh. Awalnya enggak menyangka ada kakak saya di dalam pesawat itu, karena dia kerja di NAM Air, bukan Sriwijaya Air". (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,