Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Tahura Djuanda

Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Tahura Djuanda

Bungan bangkai atau Amorphophallus Titanum mekar sempurna di Tahura Djuanda Bandung. (foto - Tahura Djuanda)

Bandung  -  Fenomena langka  dan unik  terjadi  pada  salah satu  koleksi  tanaman  di  Taman  Hutan  Raya  (Tahura) Ir. H Djuanda Bandung. Amorphophallus Titanum atau juga disebut suweg (bunga bangkai) raksasa mengalami fase mekar sempurna sejak Minggu 24 Januari 2021.

Fenomena tersebut menjadi langka, karena untuk dapat mekar tanaman berkelopak warna ungu jenis umbi-umbian tersebut, memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat tahun.

Mekar dan menunjukkan keindahannya pun hanya dalam dua hari, untuk selanjutnya layu dan mati. Tak heran jika banyak masyarakat dari berbagai kalangan penasaran, dan berlomba-lomba untuk melihat secara langsung dari tanaman endemik yang berasal dari Provinsi Sumatera itu.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Tahura Djuanda Lianda Lubis, bunga bangkai raksasa yang tengah mekar tersebut merupakan spesies nomor tiga dari total lima buah Amorphophallus Titanum koleksi Tahura Djuanda, yang didatangkan langsung dari Bengkulu sejak 2006 lalu.

"Bunga ini mekar sempurnanya Minggu 24 Januari dan Senin 25 Januari. Saat ini sudah agak layu, karena memang fase mekar sempurnanya tidak lama hanya beberapa jam, atau paling lama dua hari," kata Lianda di Tahura Djuanda, Selasa (26/1/2021).

Lianda menjelaskan, untuk ukuran saat bunga mekar sempurna, diameter lebarnya 1,5-2 meter dan tingginya 2,5 meteran. Namun, kondisi itu termasuk kecil, karena koleksi lainnya spesies nomer dua pernah mekar lebih dari ini tahun 2018 lalu. Diameternya mencapai dua meter dan tinggi tiga meter.

Selama ini katanya, banyak orang salah mengira bunga bangkai itu adalah Raflesia Arnoldi. Padahal seharusnya adalah Amorphophallus Titanum, karena meski sama-sama mengeluarkan bau, kedua tanaman itu merupakan jenis yang berbeda.

Apabila Amorphophallus Titanum memiliki batang dan daun karena melewati masa vegetatif. Selain itu memiliki batang dan daun, dengan bunga yang mekar dari dasar yang menyembul ke luar. Sedangkan Rafflesia atau padma adalah tumbuhan parasit yang tidak memiliki daun atau pun akarnya. Meski begitu, padma memiliki bunga berukuran besar.

"Untuk Raflesia Arnoldi saya sendiri belum pernah melihat langsung mekar bunganya. dan mencium langsung baunya saat fase mekar sempurna. Ini Amorphophallus Titanum pada hari Minggu kemarin baunya sangat menyengat, seperti bangkai tikus. Namun setelah fase mekar sempurnanya selesai, biasanya baunya akan menghilang," katanya.

Terkait masa yang dibutuhkan untuk siklus metamorfosis dari bunga itu menurut Lianda, Amorphophallus Titanum memiliki dua fase pertumbuhan, yaitu fase pertama atau vegetatif yang tumbuh hanya batang dan daun. Lalu fase kedua atau generatif, yaitu tumbuh bunga dan mekar sempurna.

"Itu fase unik, ada dua vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif saat tumbuh daun sama batang, itu biasanya berproses selama tiga tahunan. Siklusnya tumbuh batang dan daun lalu mati, dan tumbuh batang dan daun lagi lalu mati lagi. Lalu tahun ketiga atau keempat masuk fase generatif, yang mulai tumbuh dan bunganya mekar," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Unik,
Tags:,