Berantas Korupsi, Kajati Minta Dukungan Pers

Berantas Korupsi, Kajati Minta Dukungan Pers

ilustrasi

Kendari - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj Andi Nurwinah meminta pers di daerah itu, untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberasan tindak pidana korupsi oleh aparat penegak hukum.

"Kalau ada tersangka tindak pidana korupsi yang kami tahan, tolong diambil fotonya dan dimuat di koran besar-besar, sehingga saat melihat fotonya di koran, yang bersangkutan bersama keluarganya merasa malu," katanya di Kendari, Rabu (10/12/2014).

Menurut dia, pemuatan foto pelaku tindak pidana korupsi lebih besar di halaman koran, bukan hanya bisa menimbulkan efek psikologi pada yang bersangkatan bersama keluarganya, melainkan juga bisa mempengaruhi psikologi orang lain untuk tidak korupsi.

Itu karena, kata dia, saat orang lain melihat foto tersangka pelaku tindak pidana korupsi terpampang besar di halaman depan surat kabar, yang melihat foto tersebut akan takut melakukan korupsi karena tidak ingin diri dan keluargnya ikut menanggung malu dari akibat perbuatannya.

"Itu yang kami harapkan dari upaya preventif dari pencegahan dan pemberantasan kejahatan korupsi ini, bisa menimbulkan dampak psikologi secara luas untuk tidak melakukan kejahatan korupsi," katanya.

Kajati juga meminta pers dan masyarakat luas yang mengetahui terjadinya tindak pidana di suatu lembaga pemerintah, agar melaporkannya kepada aparat kejaksaan.

"Untuk melaporkan kasus tindak pidana korupsi, masyarakat tidak perlu datang di kantor Kejaksaan Tinggi, cukup membuka 'website' www.kejati-sultra.infom. Di halaman website tesebut cukup klik lapor, lalu unggah materi laporannya, sudah bisa sampai kepada kami," katanya.

Yang penting, katanya, pelapor dalam membuat laporan harus mencantum KTP atau indentitas lain yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ia mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2014, Jajaran Kejati Sultra menyelidiki 51 kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Dari 51 kasus yang diselidiki tersebut, 15 kasus sudah ditingkatkan ke penyidikan, 18 kasus penuntutan dan 18 kasus lainnya sementara dalam penyelidikan.

"Dari sejumlah kasus tindak pidana korupsi itu, kami berhasil menyelematkan keuangan negara sebesar Rp4,131 miliar lebih," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:hukum,