Oknum Lindungi Kapal Ilegal Akan Ditindak

Oknum Lindungi Kapal Ilegal Akan Ditindak

Ilustrasi Kapal Ilegal.(Foto:Net)

Pekanbaru - Oknum anggota yang harusnya menegakkan hukum namun malah melindungi bisnis atau industri galangan kapal kayu tanpa izin atau ilegal akan ditindak tegas, kata Kapolres Rokan Hilir Provinsi Riau, Ajun Komisaris Besar Polisi Subiantoro.

"Saya memang sudah menerima kabar adanya penerimaan kayu-kayu ilegal untuk pembuatan kapal itu, tapi mengenai adanya oknum anggota yang malah terlibat di dalamnya belum diketahui," kata AKBP Subiantoro di Pekanbaru, Rabu (10/12/2014).

Ia mengatakan, berkaitan dengan informasi galangan kapal di Bagansiapiapi yang menerima kayu tanpa dokumen sah, saat ini masih diselidiki.

"Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk menyelidikinya," kata Kapolres seraya menyatakan sejauh ini belum menerima hasil atas penyelidikan itu.

Sementara berkaitan dengan dugaan anggota yang terlibat atau melindungi bisnis "haram" itu, Subiantoro menyatakan akan juga menyelidikinya.

Siapa pun yang terlibat di dalam usaha melanggar hukum akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku, katanya.

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Riau mendesak aparat kepolisian untuk mengusut perizinan serta dokumen-dokumen industri galangan kapal di Kabupaten Rokan Hilir yang diduga selama ini beroperasi secara ilegal.

"Sebenarnya jika ada kemauan aparat kepolisian tinggal mengusut izin dari pelaku usaha itu, maka ketahuan. Termasuk berkaitan dengan bahan baku kayu yang mereka gunakan untuk membuat kapal, sangat mustahil didapat secara terus menerus dengan kondisi kehutanan Riau yang gundul saat ini," kata Direktur Walhi Riau, Riko Kurniawan di Pekanbaru, Selasa siang.

Sebelumnya sejumlah pihak mengatakan terdapat industri kapal besar di Bagansiapiapi, Rokan Hilir yang telah beroperasi sejak lebih lima tahun dengan menggunakan bahan baku kayu hasil hutan yang ditebang secara liar.

Industri tersebut diketahui milik kelompok pengusaha masing-masing Aan alias Liat dan Acai serta beberapa pemain lainnya yang melibatkan oknum aparat penegak hukum.

Riko mengatakan, saat ini banyak lahan hutan di Riau telah dikapling-kapling menjadi kawasan perkebunan dan hutan tanam industri yang dimiliki kebanyakan korporasi.

Kondisi demikian, menurut dia menandakan bahwa hutan Riau telah dalam kondisi yang kritis dan harus segera diselamatkan.

"Yang menjadi tanda tanya, bagaimana mungkin industri kapal bisa bertahan dengan kondisi kehutanan di Riau yang kritis dan saat ini telah dalam rehabilitasi pemerintah. Maka sebaiknya aparat terkait harus menyelidiki persoalan ini," katanya.

Sementara itu seorang pengusaha industri pembuatan kapal di Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Aan alias Liat menjelaskan pihaknya sudah pernah diperiksa berkaitan dengan usaha yang dijalankannya itu.

"Kalau tidak ada izin-izin kami tidak akan berani menjalankan usaha ini," kata dia. (AY)

.

Categories:Nasional,