Covid-19 Mereda India & AS Diprediksi Dekati Herd Immunity

Covid-19 Mereda India & AS Diprediksi Dekati Herd Immunity

India klaim lebih separo penduduk telah memiliki kekebalan terhadap Covid-19. (foto - Associated Press)

New Delhi  -  Pemerintah India  menemukan  lebih  dari  60  persen  penduduk  di  Kota  New Delhi  dan  sekitar  50 persen penduduk di wilayah lainnya sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19.

Pemerintah India mengklaim, kemungkinan penduduk di New Delhi bisa segera mencapai kekebalan kelompok (herd Immunity), yang dapat menekan laju kasus Covid-19.

Sebagian ahli berpendapat, New Delhi bisa cepat memiliki kekebalan kelompok karena tingkat infeksi yang tinggi. Artinya, penduduk secara alami mengembangkan kekebalan setelah terinfeksi Covid-19, akibat tidak mampu mematuhi upaya pembatasan sosial.

Disebutkan, program vaksinasi Covid-19 yang masih terus berlangsung diyakini akan membantu mendorong tingkat antibodi (kekebalan) masyarakatnya, khususnya di wilayah perkotaan hingga mencapai sekitar 70 persen.

"Ini menunjukkan, banyak infeksi tanpa gejala terjadi selama pandemi yang tidak dilaporkan pada waktu itu. Ini adalah cara alami untuk memperoleh kekebalan kelompok karena sekitar 50 persen warga telah memiliki antibodi untuk melawan virus," kata profesor di All India Institute of Medical Sciences di New Delhi, Neeraj Nischal MD.

Sementara Profesor Marty Makary dari Johns Hopkins University dalam sebuah tulisan di Wall Street Journal memprediksi, Amerika Serikat juga akan mencapai herd immunity yang diperkirakan pada April tahun ini.

Prediksi tersebut didasarkan pada sejumlah perhitungan, termasuk terjadinya penurunan kasus positif Corona (Covid-19) hingga sebesar 77 persen. Hal tersebut terjadi dalam enam pekan belakangan ini.

Seperti dilaporkan WebMD, Marty menduga, penurunan kasus terjadi karena kekebalan alami yang terbentuk dari kasus infeksi. "Imunitas alami dari infeksi sebelumnya nyatanya jauh lebih umum daripada yang terukur lewat testing," katanya.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan epidemiologi terbaru per tanggal 23 Februari mengumumkan, kasus baru Covid-19 di dunia telah mengalami penurunan selama enam pekan berturut-turut.

Dalam sepekan terakhir dilaporkan ada 2,3 kasus Covid-19, jumlah itu berkurang sekitar 11 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Demikian juga dengan jumlah kematian yang tercatat. Dalam sepekan, sekurangnya ada penurunan sebanyak 20 persen di seluruh dunia. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,