Mahalnya Miras Bermerek Oplosan Jadi Pilihan

Mahalnya Miras Bermerek Oplosan Jadi Pilihan

Minuman alkohol bermerk dan legal kian mahal dan sulit di dapat. (Foto : Cikalnews/Ade)

Bandung – Mahalnya harga minuman keras bermerk dan legal membuat masyarakat memilih untuk membeli minuman keras oplosan karena harganya relatif murah. Selain mahal, tenyata minuman keras bermerk saat ini sudah mulai sulit dijumpai karena semenjak adanya Perda Miras di setiap Kota/Kabupaten beredaran mereka terbatas.

 

Menurut penuturan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul, minuman keras saat ini menjadi barang mahal dan langka, jadi fenomena ini dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab dengan membuat miras oplosan yang di buat dari campuran alcohol, bir, autan, dan penawar rasa.

 

“Sekarang pengoplos minuman keras sudah dilakukan layaknya industri rumahan, mereka mencampur berbagai jenis zat untuk dijadikan minuman keras layaknya minuman bermerk,” tutur Kombes Pol. Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (10/12/2014).

 

Semenjak adanya Perda Miras di Kota/Kabupaten, harga miras melonjak tinggi dan terbilang langka keberadaanya. Bagi masyarakat kaum menengah ke bawah meskipun harga miras terbilang mahal namun mereka tidak kehilangan akal mencari alternatif dengan mengoplos berbagai minuman di tambahn alkohol murni untuk tetap bisa fly alias mabok.

 

Tanpa rasa takut kena resiko mereka melakukan berbagai eksperimen mencampur minuman energi, bir, atau juga obat nyamuk, dengan alkohol murni, bahkan kadar alkoholnya saja bisa mencapai 90 persen, padahal aturan minuman keras bermerk dan legal batas kadar alcohol itu dari 15 persen hingga 40 persen, ini sungguh diluar aturan yang menyebabkan banyak warga tewas karena tubuh mereka terbakar akibat kadar alcohol berlebih. (Ode)**  

.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,