MK Sahkan Dadang-Sahrul Jadi Bupati dan Wabup Bandung

MK Sahkan Dadang-Sahrul Jadi Bupati dan Wabup Bandung

Pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. (foto - dok)

Jakarta  -  Mahkamah  Konstitusi   akhirnya   memutuskan  menolak   gugatan  pasangan  calon  bupati  Bandung  Kurnia Agustina - Usman Sayogi. Keputusan KPU Bandung yang memenangkan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung, sah.

"Karena pemohon tidak berkedudukan hukum, maka permohonan tidak dapat diterima," demikian ditegaskan Ketua MK Anwar Usman dalam sidang terbuka yang disiarkan di channel YouTube MK, Kamis (18/2/2021).

Majelis MK menyatakan, pemohon tidak memenuhi syarat mengajukan gugatan karena selisih suara antara Nia - Usman dan Dadang - Sahrul cukup jauh. Sesuai UU, sengketa selisih suara Pilkada Kabupaten Bandung seharusnya kurang dari 0,5 persen.

Namun, faktanya selisih keduanya terpaut cukup jauh, yakni 25 persen. "Jika 0,5 persen x 1.657.795 suara adalah 8.280 suara. Sementara perbedaan suara pemohon dan pihak terkait sebanyak 417.189 suara (25,16 persen)," kata majelis MK.

Seperti diketahui, Dadang - Sahrul menduduki peringkat pertama dengan perolehan sebanyak 928.602 suara, yang diusung PKB, NasDem, Demokrat dan PKS. Sementara pasangan yang diusung oleh Golkar dan Gerindra, Kurnia Agustina - Usman Sayogi hanya memperoleh 511.413 suara yang sah.

Sedangkan pasangan yang diusung oleh PDIP dan PAN, yakni Yena Masoem - Atep, berada di posisi buncit dengan perolehan sekitar 217.780 suara sah. Atas perolehan suara tersebut Nia - Usman tidak terima dan menggugat ke MK.

Sebelumnya, timses paslon Nia - Usman (NU) sekaligus Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Bandung Sugianto menyatakan, hasil keputusan MK terkait proses Pilkada Kabupaten Bandung akan menjadi pendidikan politik yang luar biasa bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

Tahapan sengketa yang dimohonkan di MK itu juga menjadi sebuah yurisprudensi untuk edukasi masyarakat. "Kami sangat menghormati proses di MK. Kami masih menunggu hasil putusannya," kata Sugianto, beberapa waktu lalu.

Malah, kubu Dadang - Sahrul Gunawan mengungkap balik kecurangan yang dilakukan Kurnia Agustina alias Teh Nia dan Usman Sayogi JB. "Pihak terkait menampik semua dalil yang disampaikan pemohon," kata kuasa hukum Dadang-Sahrul, Heru Widodo.

Misalnya, pihak terkait membantah dalil keterlibatan ASN untuk memenangkan pihak terkait, hingga bantahan telah melakukan kampanye menyampaikan janji politik dan mencantumkan janji imbalan uang tunai kepada masyarakat dan pemilih di Kabupaten Bandung," kata kuasa hukum Dadang - Sahrul, Heru Widodo.

"Pemohonlah yang justru melakukan pelanggaran. Pemohon yang merupakan istri petahana menggunakan mobil Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung untuk kegiatan saat berkampanye," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Politik,
Tags:,