Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Taiwan Jadi 51 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Taiwan Jadi 51 Orang

Evakuasi kecelakaan kereta api di Taiwan. (foto - EPA)

Taipei - Menteri Transportasi Taiwan menyatakan, dirinya tidak akan melalaikan tanggung jawab terkait kecelakaan kereta api mematikan. Hal itu disampaikan usai tawaran pengunduran dirinya ditolak oleh Perdana Menteri.

Dilansir Reuters, Minggu (4/4/2021) kecelakaan terjadi setelah sebuah kereta ekspres menabrak truk yang tergelincir ke rel di dekat kota pesisir timur Hualien pada Jumat 2 April lalu. Dalam kecelakaan terparah dalam 7 dekade di Taiwan itu, sebanyak 51 orang dipastikan tewas.

Menteri Lin Chia-lung menyatakan, ia tidak akan menghindari tanggung jawab atas insiden mengerikan itu. "Saya juga bertugas meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh keseluruhan kecelakaan. Setelah seluruh pekerjaan penyelamatan selesai, saya akan bertanggung jawab," katanya.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, Lin telah menawarkan secara lisan untuk mengundurkan diri, pada Sabtu 3 April, namun Su menolak. Menurutnya, saat ini upaya yang dilakukan harus berfokus pada penyelamatan dan pemulihan jalur kereta.

Jaksa Taiwan sedang menyelidiki manajer lokasi konstruksi Lee Yi-hsiang, yang truknya diduga tidak mengerem dengan benar. Lee sempat dibebaskan namun usai jaksa mengajukan banding, kasus Lee akan dikirim kembali ke pengadilan yang lebih rendah.

Kementerian Transportasi dan administrasi kereta api yang berada di bawahnya menghadapi pemeriksaan, termasuk mengapa tidak ada pagar di lokasi tersebut dan apakah terlalu banyak tiket khusus berdiri yang terjual.

Para pejabat mengatakan, hampir 500 orang berada di kereta tersebut, terdiri atas sebanyak 372 penumpang duduk sedangkan 120 penumpang lainnya berdiri di lorong. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,