Digagalkan Penyelundupan 50 kg Sabu ke Aceh 4 Pelaku Diringkus

Digagalkan Penyelundupan 50 kg Sabu ke Aceh 4 Pelaku Diringkus

Pengungkapan penyelundupan 50 kg sabu ke Aceh digagalkan. (foto - ist)

Banda Aceh - Penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 50 kg ke wilayah Aceh berhasil digagalkan pihak kepolisian bersama Bea Cukai. Empat pelaku ditangkap di sejumlah tempat berbeda di Kabupaten Aceh Timur.

Menurut Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, pengungkapan puluhan kilogram sabu itu merupakan kerja sama Polda Aceh dengan Bareskrim Polri, Polres Aceh Timur dan Bea Cukai. "Ini merupakan komitmen kami memberantas peredaran barang terlarang di Aceh. Ini pengungkapan untuk ke sekian kalinya," kata Wahyu di Banda Aceh, Rabu (7/4/2021).

Keempat pelaku penyelundupan narkoba itu berinisial ZK, KR, ZK dan ZR. ZK bertugas sebagai pemantau jalan ditangkap di Bagok Nurussalam Kabupaten Aceh Timur. Sedangkan KR berperan sebagai pemantau situasi di darat ditangkap di Idi Tunong Aceh Timur.

Sementara dua pelaku lainnya, ZK selaku tekong kapal motor dan ZR sebagai pemantau jalan. Keduanya ditangkap di Idi Rayeuk Aceh Timur. "Penyelundupan narkoba itu diduga dilakukan melalui perairan Aceh Timur. Ada dua karung berisi 50 bungkus sabu setara 50 kg," tegas Wahyu.

Selain mengamankan puluhan kilogram sabu, polisi juga menyita satu unit kapal motor dengan bobot 30 Gross Ton (GT). Kapal motor tersebut diduga digunakan untuk menyelundupkan sabu tersebut ke Aceh Timur.

Wahyu mengatakan, pengungkapan penyelundupan itu berawal dari informasi adanya jaringan penyelundup narkoba melalui laut. "Dari informasi itu personel gabungan Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh, Polres Aceh Timur dan Bea Cukai menyelidikinya," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tim gabungan mengejar kapal motor yang dicurigai membawa narkoba di perairan Aceh Timur. Dari pengejaran tim gabungan menangkap empat pelaku dan mengamankan dua karung dengan puluhan bungkusan berisi sabu.

Para tersangka diamankan di Polda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) subs Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman paling ringan 5 hingga 20 tahun bui serta paling berat hukuman mati. (Jr.)**

.

Tags:,