Tim Dokter RSHS Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Soreang

Tim Dokter RSHS Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Soreang

Hasna - Husna, bayi kembar siam dempet perut asal Soreang Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung  -  Tim   dokter  RSHS  Bandung   berhasil  melakukan  operasi  pemisahan  bayi  kembar  siam  dempet  perut bernama Hasna - Husna asal Soreang Kabupaten Bandung. Sedikitnya 90 tenaga medis dan non-medis dilibatkan dalam operasi tersebut.

Berdasarkan keterangan Ketua Tim Kembar Siam Dikki Drajat Kusmayadi Surachman, proses operasi Hasna - Husna dilakukan selama kurang lebih delapan jam. Operasi pemisahan difokuskan pada pemisahan liver.

"Bayi kembar siam secara teori direkomendasikan untuk operasi pemisahan pada usia sekitar 6 bulan, saat ini usia Hasna - Husna 8 bulan, saya pikir ideal," kata Dikki, Rabu (7/4/2021).

Poses operasi pemisahan bayi kembar dempet perut (kembar omphalopagus) awalnya bayi kembar siam tersebut datang ke ruang PICU, kemudian dipersiapkan dengan obat bius, akses pembuluh darah dan obat-obatan lain.

"Kita mulai menyayat sekitar pukul 10.00 WIB dimulai oleh dokter bedah plastik, satu tim melakukan desain. Kenapa harus didesain, nanti setelah dipisahkan kemungkinan penutupan agak sulit karena otot atau kulitnya tidak memungkinkan untuk penutupan sederhana," katanya.

Setelah dilakukan desain dan penyayatan bagian perut dan dada oleh dokter bedah plastik, operasi pun berlanjut oleh dokter bedah toraks untuk melakukan operasi jantung.

"Toraks dibuka dan tulang dada dilepaskan. Setelah terbuka memang tampak ada selaput jantung tidak dibuka dulu tapi dokter bedah jantung memberikan akses kepada dokter bedah anak untuk memudahkan pemisahan liver. Lalu ganti dokter bedah anak yang masuk melakukan pemisahan liver," lanjut Dikki.

Ia menyatakan, pemisahan liver berlangsung lebih cepat dari perkiraan yaitu hanya sekitar satu jam. Pihaknya menemukan ketebalan liver dari atas ke bawah sekitar 10 centimeter, dengan ketebalan 5 centimeter.

Sementara itu sistem pencernaan dari bayi kembar siam itu sudah memiliki satu di masing-masing tubuh. Setelah terpisah bagian liver, operasi dilanjutkan di ruang yang berbeda dari masing-masing bayi.

"Jadi masing-masing bayi mempunyai tim tersendiri. Dilakukan penutupan dinding dada oleh bedah toraks dan bedah plastik, memisahkan kulit dan membuat pola lagi untuk melancarkan penutupan".

"Paling berat pada proses pemisahan liver lalu pemisahan selaput jantung. Jantungnya dua terbungkus selaput jadi harus dipisah. Kemudian selaputnya ditutup lagi. Sejauh ini memang stabil, operasi pun tidak menemui kendala yang berarti," tegas Dikki.

Proses operasi pemisahan bayi dilakukan dalam kurun waktu delapan jam. Jika kondisi bayi semakin stabil, maka ke depan tidak diperlukan adanya operasi lanjutan. "Kalau penutupan perut tidak ada infeksi maka tidak diperlukan lagi operasi".

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan observasi ketat untuk melihat kondisi kedua bayi kembar siam yang sudah dipisahkan itu. "Kita observasi karena setelah ini kita harus lihat bagaimana pernapasannya, adakah pendarahan atau kondisi perut semuanya akan kami follow up," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,