Gubernur Kritisi Perushaan Khusus Ekspor

Gubernur Kritisi Perushaan Khusus Ekspor

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan mengkritisi sejumlah perusahaan khusus produk ekspor sehingga hasilnya kurang bisa dinikmati oleh warga Jabar.
 
"Ada perusahaan khusus produk ekspor, semuanya barangnya dibawa ke luar negeri. Itu salah kaprah, idealnya produknya dinikmati dulu oleh warga di sini, setelah lebih baru diekspor," kata Heryawan pada Rapimprov Kadin Jabar di Bandung, Kamis (11/12/2014).
 
Menurut dia, seharusnya produk yang dihasilkan sebuah perusahaan harus bisa dinikmati oleh masyarakat dan tidak semata mengejar keuntungan perusahaan dari produk yang dihasilkan di suatu daerah.
 
"Contohnya padi organik, produknya diekspor ke luar negeri, lha para petaninya makan beras Raskin. Itu jelas dengan rumus ekonomi. Orang lain yang sehat, warganya tidak mendapatkan nilai tambah, itu harus dihindari," kata gubernur.
 
Pada kesempatan itu, Heryawan menyatakan pengusaha harus memiliki nasionalisme kuat dan kokoh dalam menggulirkan usahanya sehingga produk dan nilai tambahnya bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
 
Ia berharap Kadin merumuskan pertumbuhan dunia usaha dan peningkatan kompetensi pelaku usaha untuk bisa berdaya saing dengan pelaku usaha di luar negeri.
 
"Ke depan jangan lagi menjual atau mengekspor jam kerja ke luar negeri, namun harus menjual produk jadi sehingga memiliki harga lebih tinggi dari menjual bahan mentah dan baku. Sehingga jam kerja tenaga kerja Indonesia tidak ikut terjual," katanya.
 
Selain itu, ia juga mendorong agar Kadin lebih mensinergikan produksi sektor hulu hingga hilir secara maksimal melaluk koordinasi dan konsolidasi produksi.
 
"Saat ini masih ada kendala antara produk hulu dan hilir, fasilitasinya kurang maksimal sehingga berakibat nilai tambah dan daya saing produknya tidak maksimal. Ini PR bagi Kadin untuk mengoptimalkan sektor hulu dan hilir," katanya.
 
Menurut dia para pengusaha Jabar harus menjadi 'Tajir' dalam artian sebagai industriawan yang mampu mensinergikan semua aspek usaha dari sektor hulu hingga hilir secara maksimal.
 
"Sumber daya alam ada, tenaga kerja kita miliki dan pasar juga Jabar terbesar di Indonesia, maka tidak ada alasan pelaku usaha kita tidak maju dan berkembang," katanya menambahkan. (AY)
.

Categories:Bandung,