Bunga Bangkai Tak Berbau Mekar di Bali

Bunga Bangkai Tak Berbau Mekar di Bali

ilustrasi.

Denpasar  - Bunga bangkai yang tumbuh kerdil di pekarangan rumah milik Ni Nyoman Sari di Banjar Sema, Payangan, dekat kawasan wisata Ubud, Kabupaten Gianyar-Bali, atau 35 kilometer timur laut Denpasar sudah mulai mekar, Jumat (12/12). 

Namun begitu, bunga bangkai berwarna merah marun itu tidak mengeluarkan bau busuk seperti bunga sejenis tempo dulu, yang tumbuh di semak-semak atau di areal pekuburan umum, dan tidak ada lalat bangkai yang hinggap.

Nyoman Sari mengatakan, hampir setiap tahun ada beberapa kuntum bunga bangkai tumbuh di pekarangannya, Sejak hujan baru turun beberapa hari ini sudah muncul Bunga Bangkai yang lazim disebut penduduk setempat bunga sueg.

"Tahun lalu ada tiga bunga sejenis tumbuh di pekarangan ini," kata Nyoman Sari sambil menyebutkan, bunga itu mekar hampir bersamaan dengan bunga Wijayakusuma yang mekar hanya satu jam pada pukul 23.00 waktu setempat.

"Bunga bangkai tanpa bau busuk seperti cerita masyatakat tempo dulu, sedangkan bunga wijaya yang mekar pada tengah malam berwarna putih bersih menyebarkan bahu harum dan enak dicium," tutur Nyoman wanita setengah baya tersebut.

Ia mengatakan, bunga yang muncul di pekarangan rumah itu dinilai sebagai jenis langka. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai bunga lading, yang bisa menyebarkan bau busuk. Jadi wajar kurang mendapat perhatian dari masyarakat.

Apalagi tanaman yang dianggap langka itu, pada saat musim hujan sering ditemukan berkembang di antara semak-semak di beberapa kawasan di Pulau Dewata, dan yang lebih dikenal hanya bunga yang berjenis Rafflesia arnoldii

Namun sejatinya tanaman tersebut memiliki 170 jenis bunga bangkai yang hidup di seluruh dunia. Sebanyak 25 species di antaranya hidup di Indonesia, terutama di wilayah Bengkulu dan bagian lain Pulau Sumatera. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,