Kinerja 30 PDAM Meningkat

Kinerja 30 PDAM Meningkat

Ilustrasi PDAM.(Foto:Net)

Jakarta - Kinerja sebanyak 30 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dinyatakan meningkat karena pendampingan yang dilakukan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) selama periode 2014.
 
"Ada 30 PDAM yang meningkat kinerjanya sepanjang tahun ini," kata Ketua BPPSPAM Tamin M. Zakaria Amin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/12/2014).
 
Ia menjelaskan, 30 PDAM yang meningkat kinerjanya, kebanyakan merupakan PDAM Kurang Sehat dan Sakit, yang kinerjanya meningkat menjadi Sehat.
 
Menurut dia, terjadinya peningkatan ini disebabkan beberapa hal antara lain pendampingan yang terus menerus yang dilakukan BPPSPAM.
 
Selain itu, lanjutnya, adanya dukungan dari kepala daerah dan direksi PDAM dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada. "Kami menghimbau kepada kepala daerah memberikan dukungan politik dalam pengembangan SPAM. Kalau ada dukungan kepala daerah, 60 persen masalah selesai," katanya.
 
Ia juga mengutarakan harapannya agar Direktur PDAM mempunyai jiwa kewirausahaan karena sebenarnya peluang banyak sekali tinggal bagaimana menangkap peluang itu.
 
Agar dapat meningkatkan kinerjanya, ujar dia, PDAM juga sudah seharusnya melakukan investasi guna dapat tumbuh dan berkembang.
 
"Kami juga berharap direksi selalu meningkat sumber daya manusianya, oleh karena pelayanan air minum adalah 'local service' (pelayanan lokal), sehingga dibutuhkan SDM yang baik," katanya.
 
Sementara terkait langkah yang akan dilakukan tahun depan, menurut Tamin BPPSPAM akan fokus pada upaya untuk mencapai PDAM yang memiliki kinerja Sehat 100 persen pada 2019.
 
Untuk mencapai target tersebut BPPSPAM terus melakukan berbagai upaya diantaranya mendorong PDAM untuk meningkatkan cakupan pelayanannya dan mendorong penyelesaian utang PDAM.
 
Sebelumnya, BPPSPAM terus mendorong PDAM termasuk perusahaan air minum swasta seperti PT Aetra Air Jakarta untuk mencapai target akses air minum 100 persen pada tahun 2019 mendatang. "Saya juga mendorong pada Aetra Jakarta, untuk tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah dilakukan. Harus mencari sesuatu yang baru," kata Ketua BPPSAM Tamin Zakaria Amin.
 
Ia mengingatkan bahwa perusahaan air minum swasta yang melayani sebagian wilayah Jakarta ini cakupan pelayanannya baru mencapai 58 persen, sedangkan tingkat kehilangan airnya pada 2014 mencapai 41,60 persen.
 
Dengan tingkat kehilangan air yang melebihi rata-rata nasional yaitu sebesar 20 persen, ujar dia, maka PT Aetra dinilai harus terus berinovasi untuk mengurangi tingkat kehilangan air dan meningkatkan cakupan layanannya.
 
Apalagi dengan menekan tingkat kehilangan air, menurut dia, maka semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan air, dan biaya per unit bisa ditekan. "Tingkatkan terus koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan PAM Jaya," katanya. (AY)
.

Categories:Ekonomi,