SMAN 15 Bandung Olah Sampah Anorganik Jadi Barang Unik.

SMAN 15 Bandung Olah Sampah Anorganik Jadi Barang Unik.

Didi brsama muridnya Sayyid

Bandung - Hampir setiap Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bandung peduli dengan lingkungan salah satunya yaitu SMAN 15 Bandung, karyanya mengolah sampah anorganik yang tidak terpakai sampai menjadi barang yang unik.

Didi Nuradi (47) guru Biologi dan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) SMAN 15 Bandung ini fokus terhadap lingkungannya “yaitu pemanfaatan sampah anorganik walaupun hampir disetiap sekolah itu sudah ada” ungkapnya.

Hasil dibimbing dengan para guru SMAN 15, membuat makanan yang berkhasiat seperti tanaman obat keluarga (toga). “Kalau dari tanaman obatnya ada puding binahong, puding sirsak yang dibuat dari daunnya dengan di ekstrak, blender dan ditambahkan agar-agar” sambung Didi.

Guru PLH dan Biologi ini mengenalkan tumbuh-tumbuhan kepada siswa-siswinya agar mencintai lingkungan, serta tumbuh dalam diri siswanya. “Karena mau dari mana lagi kita mulai kalau tidak dari kita sendiri, nanti siswa pulang ke rumah untuk mencintai lingkungan, mencintai kebersihan, tidak membuang sembarangan di masyarakat juga diharapkan seperti itu,” harapnya.

“Untuk prestasinya kita baru  juara harapan di tingkat nasional, tingkat provinsinya juara  Adiwiyata. Untuk prestasi taman sekolah kita selalu juara di Kota Bandung, karena lingkungannya ada di perbatasan dengan Ciwaruga yang jauh dari kebisingan. Pohon-pohonnya pun tumbuh dengan rindang dan alami,” masih kata Didi dengan nada sumringah.

SMAN 15 memiliki tempat ruang terbuka yang dijadikan media pembelajaran "Tidak hanya di dalam kelas agar siswa-siswi tidak jenuh,” tambahnya.

Sayyid siswa kelas XII SMAN 15 ikut menambahkan, “Menurut saya SMAN 15 walaupun letaknya tidak terlalu strategis dari manapun,  tetapi  memiliki berbagai macam kegiatan yang peduli lingkungan, semacam pembuatan kompos, bermacam produk recycle, juga didukung dengan adanya sarana dan prasarana untuk menunjang pelajaran bagi kita,” katanya.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,