Lima Warga Bengalon Digigit Buaya

Lima Warga Bengalon Digigit Buaya

Ilustrasi.(Foto:Net)

Sangatta - Lima warga yang bermukim di pinggir Sungai Bengalon di Kabupaten Kutai Timur Kaltim dilaporkan digigit buaya dan seorang diantaranya meninggal dunia.

Peristiwa itu bersamaan dengan meluapnya Sungai Bengalon yang juga telah merendam 947 rumah, kata Sekretaris Kecamatan Bengalon, Ernawati, Jumat (12/12/2014).

Dia mengatakan, banjir akibat meluapnya sungai membuat ribuan warga menderita bahkan lima orang sempat digigit buaya. "Dari lima warga yang digigit buaya itu, empat mengalami robek pada bagian paha dan kaki, sedangkan 1 orang meninggal dunia," kata Sekcam Ernawati.

Sekcam Ernawati ditemani Harianto Staf Trantib di Kantor Kecamatan Bengalon mengatakan, warga yang digigit buaya itu semuanya di Desa Sepaso Selatan.

Buaya itu beraksi dengan menyambar warga rata-rata waktunya senja menjelang magrib. Dan semuanya mengalami luka parah pada bagian kaki hingga paha.

Korban yang kakinya dan pahanya sampai pantatnya robek, nama Hajjah To'ol (52) tinggal di RT 01 Desa Sepaso Selatan.

Kemudian dua korban yang kakinya luka robek namanya Sai (27) dan Hanafi (50) keduanya warga RT 01 juga.

"Kalau kedua ini korban kakinya sudah ditarik buaya, namun dia sadar dan melawan dengan cara memukul mata buaya, makanya lepas dari giginya," kata Harianto.

Sedangkan satu warga RT 03 adalah anak-anak kakinya sudah ditarik buaya namun ada kakakhya yang membantu makanya lepas dari musibah.

Sementara satu warga yang menjadi korban dan meninggal dunia itu warga desa lain. Namanya belum diketahui, namun warganya mengatakan dia meninggal karena digigit buaya.

Sedangkan korban lainnya adalah anak-anak warga RT 01 Desa Sepaso Barat. Dia juga sudah digigit buaya bagian kakinya, beruntung ada orang yang melihat dan mendorong buaya.

Selain tiga warga yang menjadi korban digigit buaya, peristiwa lain selama banjir dan meluap adalah banyak buaya bermunculan di pemukiman warga.

"Hampir setiap malam dan subuh warga di sekitar melihat buaya muncul dan naik ke darat. Warga dibuat ketakutan," katanya.

Yang terakhir ini, seekor berukuran besar buaya nyangkut di kolong rumah salah satu warga. Mungkin karena airnya deras meluncur dan buaya larut tidak tersangkut di tiang rumah. "Saat ini kondisi banjir belum ada tanda-tanda surut, bahkan terlihat naik," kata Harianto.

"Warga beramai-ramai menarik dan mendorong buaya itu masuk sungai. Warga tidak membunuhnya," katanya.

Sementara salah satu warga korban banjir, Intan yang tinggal di RT 03 Desa Sepaso Selatan mengatakan rumahnya nyaris dimasuki buaya.

"Pagi-pagi buaya muncul dekat dapur, ukurannya lumayan besar dan panjang. Beruntung tidak masuk rumah kami padahal sudah penuh air banjir terendam selama delapan hari," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kecelakaan,