Anas Urbaningrum Divonis 24 September

Anas Urbaningrum Divonis 24 September

Jakarta  - Anas Urbaningrum, terdakwa kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek Hambalang,  pencucian uang, serta proyek lainnya membantah pernah menerima uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi tersebut. Kini, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu akan menghadapi vonis pada 24 September 2014.
 
Sebelum menutup sidang, Ketua Majelis Hakim Haswandi dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (18/9) menyatakan, putusan dilangsungkan pada Rabu, 24 September jam dua siang," katanya. 

Sidang hari ini Anas membacakan pledoi pribadinya yang ditulis tangan setebal 80 halaman selama dua jam dengan berdiri. Pembacaan putusan biasanya punya jeda dua pekan setelah pembacaan pledoi, tapi pembacaan putusan Anas dipercepat karena Haswandi harus berangkat untuk beribadah haji pada 25 September 2014.

Atas pledoi itu, Ketua Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Yudi Kristiana menilai, nota pembelaan itu merupakan bentuk dialektika. Atas tanggapan jaksa itu, Anas menilai pledoinya sudah berdasarkan logika ilmu dan keyakinan. Anas dalam nota pledoinya membantah telah menerima hadiah berupa uang, barang dan fasilitas senilai Rp 118,7 miliar dan 5,26 juta dolar AS. 
 
Dalam perkara ini, Anas dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider lima bulan kurungan, ditambah hukuman tambahan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 94,18 miliar dan 5.26 juta dolar AS, pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik, serta pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama PT Arina Kotajaya seluas lima hingga 10 ribu hektar di Kec. Bengalon dan Kongbeng, Kab.Kutai Timur. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:politik,