Milisi Islam Serang Daerah Minyak

Milisi Islam Serang Daerah Minyak

Terminal minyak Al-Sidra,(Foto:Net)

Benghazi - Para petempur milisi Islam melancarkan serangan dari tiga arah ke satu daerah minyak penting di Libya timur, Sabtu (13/12/2014) tetapi dipukul mundur oleh pasukan pro-pemerintah, kata para pejabat militer.

Para petempur Fajar Libya, satu koalisi Islam anti-pemerintah melancarkan satu serangan ke ke daerah Al-Hilal dari tiga arah tetapi serangan udara memukul mundur mereka, kata Brigjen Saqr Jarushi.

Jet-jet Angkatan Udara dan helikopter-helikopter menggempur para petempur ketika mereka sedang bergerak maju ke terminal minyak Al-Sidra," katanya dan menambahkan serangan-serangan udara itu menimbulkan "banyak korban".

Sebelumnya satu pernyataan dari Fajar Libya mengatakan koalisi Islam telah melancarkan satu operasi militer untuk "membebaskan ladang-ladang minyak dan terminal-terminal.

Jarushi mengatakan bahwa setelah tentara menghambat serangan itu, bentrokan senjata antara tentara dan para petempur Islam meletus.

"Keadaan darurat diberlakukan di daerah itu, tambah Jarushi,yang adalah bagian dari pasukan anti-Islam yang dipimpin mantan Jenderal Khalifa Haftar yang berperang untuk menguasai ibu kota Tripoli dan kota Benghazi di timur.

Ibrahim al-Jadran, yang memimpin unit pemerintah yang bertugas memimpin instalasi-instalasi minyak Libya, mengatakan pasukan masih menghadapi "sejumlah kantong perlawanan".

Ekonomi Libya mengalami pukulan berat setelah pemberontak memblokade terminal-terminal ekspor Juli 2013, memaksa mengurangi produksi dan pendapatan berkurang dari sektor minyak yang penting bagi negara itu.

Penguasaan empat terminal sebagai bagian dari satu kampanye pemulihan otonomi bagi daerah Cyrenaaira timur mengurangi prodduksi dari 1,5 juta barel per-hari menjadi hanya 200.000 barel per-hari.

Berdasarkan satu perjanjian dengan pemerintah pemberontak akan kembali menguasai dua dari terminal-terminal minyak itu April dan dua lagi pada Juli.

Sejak itu, produksi dan ekspor meningkat, kendatipun kerusuhan melanda negara itu yang tidak mencapai stabilitas setelah penggulingan diktator Muamar Gaddafi tahun 2011. (AY)

.

Categories:Internasional,