Warga Sydney Panik Terkait Penyanderaan

Warga Sydney Panik Terkait Penyanderaan

Polisi mengamankan Martin Place setelah adanya laporan penembakan di Lindt Chocolate Cafe.(Foto:Net)

Sydney - Tiga orang terlihat berlari meninggalkan kafe Lindt Chocolate, Martin Place, Sydney, Australia, yang sedang disandera oleh pria bersenjata.

Mereka keluar dari pintu samping dan langsung bersembunyi di barisan polisi yang bersenjata lengkap. The Guardian melaporkan, tiga orang itu kemungkinan terdiri atas satu staf kafe dan dua orang lainnya konsumen kafe.

Tidak jelas apakah tiga orang ini dibebaskan atau kabur dari kafe. Aksi penyanderaan terjadi di Kafe Lindt Chocolate, Senin (15/12) pagi mulai pukul 9.45 waktu setempat atau atau 5.45 WIB. Hingga saat ini tidak diketahui persis berapa sandera dan berapa orang yang melakukan penyanderaan.

Sementara itu, ratusan orang tertahan oleh beberapa barikade, sedangkan unit-unit pemadam kebakaran siaga di lokasi penyanderaan Kafe Lindt di pusat Kota Sydney sebagai ibukota perdagangan Australia, kata sejumlah saksi kepada Reuters.

Bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia, yang berada di dekat kafe yang disandera itu mengatakan, stafnya telah dicegah untuk memasuki gedung, namun mereka semua dalam keadaan sehat.

Kepanikan juga terjadi di dekat Gedung Opera Sydney yang mendadak mengungsikan orang-orang karena ada paket mencurigakan yang ditemukan petugas. Para turis juga dipulangkan lebih awal dari situs terkenal dunia ini pada sore waktu Australia.

Kereta dan bus dihentikan, sedangkan jalan-jalan diblokir. Operator kereta api mengatakan ada ancaman bom di Martin Place. Maskapai Qantas Airways Ltd mengatakan, pesawat-pesawat dicegah terbang di atas distrik bisnis utama Australia ini, namun pendaratan berlangsung normal.

Para pialang di bursa saham mengatakan berita penyanderaan ini turut menurunkan kurs dolar Australia, yang saat ini mencapai 0,8227 dolar AS atau terendah sejak pertengahan 2010.

September lalu, polisi antiterorisme Australia mengatakan mereka berhasil menggagalkan aksi penggal kepala manusia yang dilakukan secara acak. Sehari kemudian seorang remaja di Melbourne ditembak mati setelah menyerang dua polisi anti teroris dengan pisau.

Berikut adalah pernyataan resmi dari Perdana Menteri Tony Abbott, sebagaimana dikutip dari akun resmi Twitter @TonyAbbottMHR 

"Insiden di Martin Place jelas sangat memprihatinkan, tetapi semua warga Australia harus diyakinkan lembaga penegak hukum dan keamanan kami yang terlatih dan dilengkapi sedang menangani ini secara menyeluruh dan profesional," tulisnya dalam dua kicauan terpisah.

PM Abbott juga mengaku tidak mengetahui apa motivasi pelaku penyanderaan. "Australia adalah masyarakat yang damai, terbuka, dan murah hati. Tidak ada hal yang boleh mengubah hal itu dan itu sebabnya saya mengajak semua orang Australia hari ini untuk tetap beraktivitas seperti biasa," ujarnya kepada media seperti dikutip dari The Guardian.

Sebagai salah satu bentuk nyata untuk tidak terpengaruh aksi penyanderaan, Menteri Keuangan Joe Hockey tetap akan merilis laporan fiskal tengah-tahun (Myefo) pada hari ini, sebagaimana telah dijadwalkan sebelumnya.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa orang yang disandera dan berapa orang yang bersenjata, dan melakukan aksi penyanderaan.

Namun dari gambar yang diperoleh awak media di dekat lokasi kejadian, diperkirakan minimal empat orang menjadi sandera dan mereka berdiri menghadap jendela sembari memegang bendera warna hitam bertuliskan kalimat dengan tinta putih. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,