Pemerintah Tak Mampu Cegah Pelemahan Rupiah

Pemerintah Tak Mampu Cegah Pelemahan Rupiah

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta - Hingga saat ini tidak banyak kebijakan yang diambil pemerintah atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tercatat pada pembukaan pagi tadi, upiah tersungkur ke level Rp 12.600an per dolar AS
"Tidak banyak policy yang dapat dilakukan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (15/12).
 
Sofyan menyatakan, hal itu diperparah dengan masalah di dalam negeri yakni menjelang akhir tahun, banyak perusahaan yang menukar dolar AS untuk membayar utang, sehingga kebutuhan akan dolar AS sangat tinggi. "Itu dua faktor yang mempengaruhi Rupiah yang melemah ini. Yang pertama tadi karena ekonomi AS mengalami perbaikan," jelasnya.
Menurutnya, pelemahan ini memang harus segera diatasi. Dirinya berharap dengan memperbaiki fundamental makro ekonomi seperti perbaikan defisit transaksi berjalan maupun defisit transaksi perdagangan, maka Rupiah akan terefleksi dari perbaikan yang telah dilakukan.
 
"Cuma kita karena sudah lama terbiasa dengan mata uang yang kuat, maka saat melemah seperti ini kita menjadi seperti sangat waswas," ungkapnya.
Kendati demikian, pelemahan mata uang ini bukan semata-mata terjadi di Indonesia melainkan di hampir semua negara. "Kembali lagi bahwa ini bukan persoalan kita sendiri, tapi persoalan yang dihadapi oleh hampir semua negara di dunia dan semua mata uang," tukasnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,