Gol Telat Eriksen Menangkan Hotspur

Gol Telat Eriksen Menangkan Hotspur

Christian Eriksen mencetak gol keenamnya pada musim ini.(Foto:Net)

Swansea - Christian Eriksen mencetak gol keenamnya musim ini, satu menit sebelum pertandingan usai, untuk membawa Tottenham menang 2-1 di markas Swansea pada Senin (15/12/2014), yang mengakhiri laju tiga pertandingan tanpa kemenangan sekaligus mendorong klub London itu memasuki paruh atas klasemen Liga Utama Inggris.
 
Pencetak gol terbanyak Swansea Wilfried Bony terlihat akan memberi satu angka bagi timnya, ketika ia membatalkan gol Harry Kane.
 
Bagaimanapun, pertahanan yang ceroboh dari tim tuan rumah membuat Eriksen mampu mengamankan kemenangan dengan gol yang mengangkat Spurs menuju tujuh besar.
 
Setelah hanya meraih satu angka dari dua pertandingan liga mereka sebelumnya saat melawan Chelsea dan Crystal Palace, sangat dipahami jika tim tamu sangat bertekad meraih hasil maksimal.
 
Dan mereka melakukannya ketika Kane melompat tinggi untuk menyundul tendangan sudut Eriksen pada menit keempat.
 
Kekalahan Swansea di markas West Ham pada Minggu lalu dibarengi dengan mereka harus kehilangan kiper Lukasz Fabianski, yang diusir keluar lapangan pada babak kedua.
 
Bagaimanapun, mereka kali ini berpeluang menyamakan kedudukan, pada menit kesembilan ketika Wayne Routldge memberi umpan kepada Bony. Pemain Pantai Gading itu mampu mengecoh Jan Vertonghen namun digagalkan oleh gerakan cerdas dari Hugo Lloris.
 
Pada penampilan perdananya sebagai pemain inti sejak Maret, karena bekapan cedera, Kyle Walker mendapatkan kartu kuning pada menit ke-14 setelah tangannya mengenai bola dengan sengaja. Bagaimanapun, dengan Swansea yang berupaya menekan Spurs, Walker dan Eric Lamela menjadi pemain-pemain yang menyebabkan sebagian besar masalah.
 
Pergerakan operan bagus di daerah serangan Spurs berujung pada tembakan Kane yang melebar, sedangkan di sisi lain, mantan bek kiri Swansea Ben Davies melakukan tekel yang menggagalkan gol setelah Bony berhasil masuk kotak penalti dari kiriman bola Jefferson Montero.
 
Tottenham terlihat kesulitan mengimbangi kecepatan Bony, yang mengelabui Federico Fazio pada menit ke-25 sebelum melihat tembakannya diblok.
 
Vertonghen menjadi pemain Spurs kedua yang mendapat kartu kuning - akibat tekel dua kakinya terhadap Routledge yang membuat pemain Belgia itu mendapatkan peringatan keras kedua pada musim ini.
 
Ryan Mason mengikuti rekan setimnya mendapatkan kartu kuning akibat melakukan pelanggaran kasar terhadap Leon Britton, namun pelatih Swansea Garry Monk lebih bingung dengan keputusan wasit Robert Madley yang terlihat mengabaikan gerakan pura-pura terjatuh dari Kane, lima menit sebelum turun minum.
 
Penyerang muda itu menguasai bola, namun tidak berada di bawah ancaman nyata, kemudian terjatuh di dalam kotak penalti. Monk sempat mengajukan pendapatnya terhadap ofisial keempat.
 
Swansea menyamakan kedudukan tiga menit setelah turun minum. Angel Rangel mengirim bola kepada Routledge pada posisi yang menjanjikan, dan ketika Routledge meneruskannya kepada Bony, sang penyerang, dalam percobaan kedua, menaklukkan Lloris dari jarak tujuh meter.
 
Gol itu sangat layak diterima Swansea, untuk kerja keras jujur mereka.
 
Bagi Spurs, itu merupakan gol halus lain yang bersarang di gawang mereka. Davies membiarkan Routledge berada di belakang dan Fazio, sekali lagi, memberikan terlalu banyak ruang dan waktu yang membuat Bony mampu mengukir gol kedelapannya musim ini.
 
Bony tidak mampu menyundul bola dari umpan silang Neil Taylor, beberapa menit kemudian, dan ketika Fazio dapat ditaklukkan Gyli Sigurdsson, gelandang Islandia itu sedikit terpeleset.
 
Nabil Bentaleb dan Mason kehilangan kendali pada sepertiga terakhir lapangan di mana Ki, yang mendapat kartu kuning pada menit ke-52, dan Britton menjadi semakin berpengaruh. Bagaimanapun, karena memerlukan ancaman yang lebih besar, Monk menggantikan Britton yang kelelahan dengan Jonjo Shelvey.
 
Spurs gembira dengan apapun yang hadir ke jalan mereka. Kane melepaskan tembakan dari kejauhan, menyambar sepakan untuk menghasilkan tendangan sudut, dan Rangel dipaksa menyapu bla setelah serangan balik lain dari Eriksen.
 
Dua peluang Bony digagalkan saat Swansea meningkatkan tempo, namun justru Eriksen yang mampu mengamankan kemenangan bagi tim tamu pada menit ke-89 ketika ia menaklukkan Gerhard Tremmel dari jarak 19 meter. (AY)
.

Categories:Sepak bola,