Viral, Meteor Menyala Bentuk Bola Api Jatuh di Langit Aceh

Viral, Meteor Menyala Bentuk Bola Api Jatuh di Langit Aceh

Meteor menyala berbentuk bola api jatuh di langit Aceh. (foto - @fakta.indo)

Aceh  -  Sebuah  video  menampilkan  meteor  jatuh  di  langit  Aceh viral  di media  sosial. Meteor  yang tampak menyala berbentuk bola api tersebut melesat turun ke bawah hingga membuat heboh warga.

Video viral meteor bernbentuk bola api itu diunggah oleh akun Instagram #fakta.indo, pada Sabtu 16 Oktober. "Warga heboh ada benda bercahaya jatuh dari langit," demikian tulis akun fata.indo pada caption unggahan videonya yang dikutip, Minggu 17 Oktober 2021.

Dalam unggahan video viral itu memperlihatkan sebuah meteor berbentuk bola menyala. Warna merah apinya makin terlhat jelas, karena berada di tengah awan gelap dan langit putih pucat.

Meteor bola api itu pun tampak melesat jatuh. Meteor berbentuk bola kemerahan itu terlihat meledak di langit. Pecahan ledakannya jatuh dengan bentuk yang sama.

Tampak dua bola api pecahan ledakan itu juga melesat tajam ke bawah. Di tengah suasana itu terdengar suara ombak dalam video rekaman tersebut.

Dalam unggahan video viral fenomna alam itu diketahui terjadi menjelang subuh, di langit kawasan Simpang Lancang Pitu Rime Gayo Bener Meriah Aceh, Kamis 14 Oktober. "Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT," komentar netizen @marthaamella.

Sementara itu, peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang, coba menjawab mengenai adanya fenomena tersebut.

Andi menduga, benda bercahaya merah yang jatuh di langit Aceh itu fireball atau bola api meteor. "Karena bola kemerahan ini tampak meledak di udara tapi tidak disertai dentuman, bisa jadi itu fireball atau bola api meteor. Bola api ini lebih terang dari Venus," katanya.

Warna kemerahan yang muncul pada bola api itu katanya, akibat kecepatan yang tinggi saat meteor melaju. Menimbulkan reaksi kimiawi antara inti meteor dengan molekul gas nitrogen dan oksigen di sekitarnya pada atmosfer Bumi, yang ditandai dengan pijar berwarna merah.

"Saat ini memang sedang aktif hujan meteor Orionid sejak 2 Oktober hingga 7 November mendatang (puncaknya terjadi pada 21 Oktober), yang dapat disaksikan sejak pukul 22.00 malam," katanya.

Sedangkan hujan meteor epsilon geminid yang aktif sejak 14-27 Oktober (puncak 19 Oktober) dengan waktu pengamatan yang sama dengan Orionid. Namun, untuk memastikan benda apakah yang jatuh tersebut, Andi meminta konfirmasi ke Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Aceh.

Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang Zakaria menambahkan, memang Aceh sempat dihebohkan oleh video tersebut. Ia pun banyak mendapat pertanyaan perihal benda bercahaya itu.

Zakaria lalu mengonfirmasi kebenarannya kepada Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi. "Kalak menyuruh anggotanya TRC untuk mengecek di masing-masing kecamatan, tentang kebenaran informasi video yang beredar seperti meteor jatuh," katanya.

Namun, setelah dicek di lapangan tidak ditemukan baik berita maupun bekas atau imbas bencana. Kalak BPBD Bener Meriah Safriadi mengaku, belum bisa memastikan benda apa itu, di mana dan kapan waktu terjadinya. "Belum terlacak. Kabarnya di Kecamatan Pintu Rime Gayo," katanya.

Kemungkinan katanya, benda bercahaya merah yang jatuh dari langit itu adalah suar penyelamatan. "Diketahui, Satgas TNI Papua dari semua batalion sekarang juga sedang latihan perang di BM (Bener Meriah), kemungkinan itu suar untuk penyelamatan". **

.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait