PT LIB Pastikan BRI Liga 1 Bakal Gunakan VAR Tahun Depan

PT LIB Pastikan BRI Liga 1 Bakal Gunakan VAR Tahun Depan

Penggunaan VAR di UEFA. (foto - 90min)

Jakart a -  Banyaknya   keputusan  wasit  yang  kontroversial  dalam  pertandingan  sepakbola  di  dalam  negeri  direspon oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Teknologi Video Assistant Referee (VAR) itu pun akan diterapkan pada laga BRI Liga 1 2021.

Sejumlah keputusan kontroversial wasit sudah banyak mewarnai laga-laga Liga 1 dan Liga 2 2021, yang belum lama ini baru bergulir lagi. Desakan untuk meningkatkan kualitas wasit itu pun ditujukan kepada PSSI dan PT LIB.

Dalam kaitan itu, PSSI meresponsnya dengan berjanji akan menyelidiki berbagai keluhan terhadap wasit dengan ancaman sanksi jika terbukti bersalah. Sementara PT LIB sendiri siap-siap merogoh kocek dalam-dalam untuk membawa VAR ke Tanah Air.

"Kami sudah mulai berdiskusi dengan PSSI soal VAR. VAR akan kita jalankan, ketum sudah bilang mau tidak mau. Jadi tim akan dibentuk PSSI dan LIB. Ada tim adhoc diputuskan dalam waktu dekat," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada wartawan, Jumat 29 Oktober 2021.

"VAR mungkin akan digunakan pada musim depan. Namun saya berharap, di akhir musim ini bisa diuji cobakan. Bagusnya semua laga pakai VAR. Namun, kami sudah tahu dalam seminggu ada pertandingan dimana saja, di setiap pertandingan, di titik mana yang kira-kira membutuhkan VAR," katanya.

"Polanya nanti pake mobile sistem menggunakan kontainer, jadi bisa pindah-pindah. Misalnya, untuk 9 pertandingan kami bisa menggunakan 3 set. Kalau pertandingan ini pindah ke sana, ke sini, kita pakai sistem seri untuk memindahkannya," katanya.

Lukita menjelaskan, tidak masalah ongkos mendatangkan teknologi VAR itu memang mahal. Dengan segala kontroversi wasit, teknologi VAR sudah tak bisa ditunda-tunda lagi.

Yang penting masalah kepemimpinan wasit yang kerap menjadi pembicaraan bisa teratasi. Penonton dan semua peserta kompetisi pun bisa puas dengan keputusan yang diambil pengadil lapangan.

"Satu set VAR itu harganya mencapai 6 juta dolar AS (sekitar Rp 85 miliar). Itu nanti penggunaannya bisa pindah-pindah dari satu stadion ke stadion lain," tegas Lukita.

"Untuk tahap awal, kami akan membeli satu set VAR. Kalau nanti kompetisi kembali ke format semula, kandang dan tandang, kami harus membuat klaster VAR agar tidak jauh perpindahannya," tambahnya. **

.

Categories:Sepak bola,
Tags:,