Moeldoko Diusir dan Diteriaki Pelanggar HAM di Aksi Kamisan

Moeldoko Diusir dan Diteriaki Pelanggar HAM di Aksi Kamisan

Moeldoko diusir massa aksi Kamisan di Semarang Jateng. (foto - ist)

Semarang - Massa aksi Kamisan di Semarang Jateng usir Kepala Staf kepresidenan Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu bersikap santai atas penolakan dan pengusiran dan menghormati sikap massa.

Lewat video yang beredar di media sosial, tampak Moeldoko diteriaki dan disoraki oleh para peserta aksi demonstrasi yang merupakan para aktivis HAM.

"Saya datang ke sana untuk melihat berbagai spanduknya, saya coba untuk berbicara dengan mereka, tapi berbagai suara dari mereka tidak menginginkan atas apa yang disampaikan bagi saya itu sesuatu yang biasa," kata Moeldoko dalam video singkat berdurasi kurang lebih 8 menit, Jumat 18 November 2021.

"Saya menghormati dan menghargai apa yang sudah disuarakan," lanjutnya.

Diketahui, sebelum ditolak masa aksi Kamisan, Moeldoko menghadiri diskusi Festival HAM di Semarang. Menurutnya, kegiatan itu diharapkan bisa jadi ajang berbagi untuk berinovasi, sehingga bisa menjaga dan mengawal persoalan HAM.

"Kita tidak hanya memikirkan persoalan masa lalu, tapi bagaimana kita menata persoalan HAM masa depan yang makin baik. Hal itu beriringan dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun implementasinya, itu sebetulnya yang sedang dipikirkan dalam Festival HAM," tegasnya.

Dari video berdurasi 2,12 detik yang diunggah Pengacara LBH Semarang, Cornel Gea dalam akun media sosialnya, terlihat Moeldoko ingin mengutarakan sesuatu tapi langsung ditolak massa.

"Pergi, pergi," seruan sejumlah massa aksi dalam video tersebut.

"Ya teman-teman sekalian," Moeldoko mencoba lagi untuk berbicara.

Namun, ajakan Moeldoko langsung ditolak. Mereka meminta agar Moeldoko meninggalkan tempat.

"Kami bukan teman Bapak, sudah pulang saja. Pelanggar HAM enggak boleh ngomong. Sudah Pak kami tidak mau mendengar omongan Bapak. Pelanggar HAM," teriak massa.

Dalam keterangan tertulisnya Cornel Gea menjelaskan, alasan masa aksi mengusir Moeldoko lantaran tidak ingin aksi itu sebagai wadah oligarki bicara. Sebab aksi itu tempat untuk panggung rakyat, bukan para pejabat.

"Moeldoko, Hendardi sudah disiapkan panggung yang nyaman dibayar pakai uang rakyat dalam Festival HAM, kenapa masih juga mau mengambil panggung rakyat," tanyanya. **

.

Categories:Politik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait