Pembunuh Bocah Perempuan di Pacet Kab Bandung Dibekuk

Pembunuh Bocah Perempuan di Pacet Kab Bandung Dibekuk

Polisi pasang police line di lokasi temuan mayat bocah perempuan Desa Tanjungwangi Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. (foto - Jurnal Soreang)

Bandung  -  Pihak  kepolisian  berhasil  menangkap  pelaku  pembunuhan  bocah  perempuan  berinisial  ARN  (11),  warga Desa Tanjungwangi Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.

Saat ditemukan, bocah perempuan ARN siswi SD itu sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam karung, dengan kondisi tangan terikat lakban.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Bimantoro, pelaku pembunuhan itu tiada lain tetangga korban yang ternyata masih berstatus anak di bawah umur.

"Sat Reskrim Polresta Bandung bersama Polsek Pacet melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga kita menangkap pelaku anak, yang masih di bawah umur. Tersangka merupakan tetangga korban," kata Bimantoro, Kamis 25 November 2021.

Ia menyatakan, pelaku tega menghabisi tetangganya itu karena ingin menghilangkan bukti setelah dia menyetubuhi bocah tersebut.

Diketahui, pelaku kerap menonton film dewasa hingga memiliki keinginannya untuk melakukan persetubuhan. Pelaku akhirnya memaksa korban untuk menjadi pelampiasan nafsunya di sebuah gubuk di belakang rumahnya.

"Pelaku terdorong hasrat seksual karena sering menonton film dewasa. Barang bukti di dalam handphone pelaku banyak film dewasa, sehingga dia terdorong melakukan persetubuhan," tegas Bimantoro.

Pada korbqan melintas, pelaku sudah membawa lakban dan lap lalu mendekap korban ke suatu tempat yang tak jauh dari rumah pelaku.

"Di dalam gubuk itu pelaku lalu melakukan persetubuhan kemudian dihilangkan nyawanya, dan dimasukkan ke dalam karung untuk menghilangkan jejak," lanjutnya.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap setelah pohak kepolisi anmelakukan pengejaran hingga ke wilayah Majalaya Kabupaten Bandung.

"Pelaku sudah kita amankan dan kita tahan di Mapolresta Bandung. Terhadap pelaku kita terapkan Pasal 340 KUHP subsideir 338 KUHP dan atau Pasal 80, 81, 82 terkait perlindungan anak. Ancaman hukumannya 20 tahun atau seumur hidup," katanya.**

.

Tags:,