Pemkab Bandung Lemah Tegakkan Aturan Perijinan

Pemkab Bandung Lemah Tegakkan Aturan Perijinan

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - DPRD Kabupaten  Bandung meminta pengelola wahana permainan 'water boom' di Kampung Barutunggul Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali menghentikan proses pembangunan dan menunda pengoperasian tempat itu. Dewan mengancam akan mengerahkan Satpol PP Kabupaten Bandung untuk menghentikan paksa.

"Pembangunannya harus sesuai prosedur dan menumpuh semua aspek, termasuk masalah Tata Ruang dan Tata Wilayah (RT/RW). Kemudian pengawasan harus dilakukan secara ketat, tidak mungkin terjadi pelanggaran di depan mata dibiarkan begitu saja," kata Praniko di Gedung DPRD, Rabu (17/12).

Praniko menjelaskan, berdirinya suatu bangunan tanpa izin jadi bukti nyata ketidaktegasan pemerintah. Pembangunan dengan nilai investasi miliaran rupiah bisa melenggang bebas tanpa ada hambatan, meski tak mengantongi perizinan.

"Kami melakukan penelusuran dan hasilnya bukan hanya 'water boom' saja yang melanggar dan bermasalah. Tapi perumahan, pasar modern dan kegiatan lain yang jumlahnya ratusan beroperasi tanpa izin. Itu cerminan lemah dan tak adanya wibawa Pemkab Bandung," ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan meminta instansi terkait untuk mengklarifikasi banyaknya persoalan yang terus mengemuka soal perizinan. "Kami menduga ada oknum yang bermain. DPRD mengecam semua ketidak beresan perizinan itu. Serta menyayangkan sikap lembek Pemkab Bandung terhadap semua pelanggaran yang terjadi," katanya.

Ditemui terpisah di Kompleks Pemkab Bandung, Wakil Bupati Bandung Deden Rumaji mengaku tidak mengetahui masalah itu. Namun  jika memang benar terjadi pelanggaran, kata dia, harus segera ditertibkan.

"Saya belum tahu soal pembangunannya. Kalau ada pelanggaran yah harus ditertibkan, tapi tetap harus ada solusi. Misalnya kalau di lahan yang diperbolehkan harus dilakukan pemutihan. Tapi kalau di lahan yang tidak boleh harus disuruh pindah," ujarnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:kab-bandung,