Inflasi Jawa Barat Melebihi Nasional

Inflasi Jawa Barat Melebihi Nasional

Masalah distribusi bahan pokok seperti sayuran bisa tingkatkan inflasi di Jawa Barat. (Foto : Ade)

Bandung – Inflasi  Jawa Barat diprediksi akan lebih tinggi dari nasional,  karena kian peliknya masalah transportasi di Jawa Barat. Urusan transportasi untuk kebutuhan pokok masyarakat menjadi masalah cukup besar, yang mempengaruhi inflasi di Jawa Barat.

 Menurut  Sekretaris Daerah Jawa Barat Wawan Ridwan, untuk mengatasi masalah transposrtasi kebutuhan pokok masyarakat, pihak Pemprov Jabar telah menggandeng Polda Jabar untuk mendukung pendistribusian bahan pokok agar berjalan lancar dan aman.

 

“Pengamanan pendistribusian dan penindakan para penimbun bisa menekan inflasi di Jawa Barat,” jelas Wawan Ridwan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Kamis (18/12/2014).

 Masih kata Wawan Ridwan, inflasi di Jawa Barat bisa dikendalikan dan ditekan jika pasokan dan produksi  berbagai kebutuhan masyarakat meningkat.

 “Jika stock kebutuhan masyarakat aman, inflasi pasti akan menurun,” katanya.

 

Inflasi di Jawa Barat mengalami kenaikan cukup tinggi sepanjang tahun 2014 terjadi pada November lalu. Dari data BPS ada 7 Kota/Kabupaten di Jawa Barat yang mengalami inflasi hingga sebesar 1,59 persen. Inflasi Jabar akan berkisar 7,6 persen - 8,2 persen, angka itu hampir serupa dengan inflasi nasional sekitar 7,7 persen - 8,1 persen.

 

Komoditi yang menyumbang inflasi di Jawa Barat yaitu komponen  bensin, solar, dan transfer uang. kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan inflasi sebesar 5,223 persen. (Jr.)** 

.

Categories:Bandung,