San Lorenzo Menang Atas Auckland City

San Lorenzo Menang Atas Auckland City

San Lorenzo akan berupaya menjadi tim Argentina pertama yang memenangi turnamen sejak dimulai dengan menggunakan format saat ini pada 2005.(Foto:Net)

Marrakech - Juara Amerika Selatan San Lorenzo memerlukan masa perpanjangan waktu untuk mengatasi tantangan dari Auckland City, ketika mereka mengalahkan tim Selandia Baru itu dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia Klub yang berlangsung, Kamis (18/12/2014) dinihari WIB.
 
Impian Auckland untuk menghadapi juara Eropa Real Madrid pada final yang berlangsung Sabtu di Marrakech berakhir ketika pemain pengganti Mauro Matos membukukan gol kemenangan San Lorenzo saat masa perpanjangan waktu memasuki menit keempat.
 
Tim yang tidak diunggulkan itu memberi rasa cemas pada San Lorenzo ketika Angel Berlanga menyamakan kedudukan pada menit ke-67 untuk membatalkan gol pembuka Pablo Barrientos untuk tim Argentina tersebut pada fase akhir babak pertama.
 
San Lorenzo akan berupaya menjadi tim Argentina pertama yang memenangi turnamen sejak dimulai dengan menggunakan format saat ini pada 2005, meski mereka menghadapi tugas nyaris mustahil jika penampilan buruk pada Rabu kembali diulangi.
 
Auckland berjuang untuk mengatasi tim tuan rumah Moghreb Tetouan melalui adu penalti, dan juara Afrika ES Setif tanpa kemasukan gol ketika mereka menjadi tim Oseania pertama yang mencapai semifinal.
 
Pada penampilan buruk di babak pertama, mereka menciptakan peluang pembuka ketika pemain Argentina Emiliano Tade berdiri bebas dan melepaskan tembakan pembuka yang digagalkan oleh kiper San Lorenzo Sebastian Torrico.
 
San Lorenzo menawarkan sedikit ancaman sampai Emmanuel Mas merangsek dan menyodorkan bola ke tengah kotak penalti tertuju kepada Barrientos, yang melepaskan tembakan kaki kiri ke arah tiang dekat.
 
Bagaimanapun, gol tersebut atau nyanyian tanpa henti dari sekitar 5.000 penggemar mereka yang dapat menginspirasi San Lorenzo, dan mereka terkejut oleh gol penyama kedudukan pada menit ke-67.
 
Operan Tade melewati jantung pertahanan yang tidak dapat dihentikan pemain San Lorenzo Torrico, dan menyodorkannya kepada Angel Berlanga yang mencetak gol dari sudut sempit.
 
Pertandingan kemudian menjadi menarik dan San Lorenzo nyaris mencetak gol melalui upaya brilian Martin Cauteruccio, yang mengecoh pemain lawan dan melepaskan sepakan voli yang membentur tiang gawang.
 
Auckland segera membalas ketika Ryan de Vries menemukan Tade berada bebas di sektor kiri namun, dengan peluang untuk mencetak gol yang terbuka lebar, ia melepaskan tembakan yang tinggi dan melebar.
 
Pemain pengganti Matos akhirnya memastikan kemenangan timnya, ketika ia menyambar bola liar ketika San Lorenzo menjadi tim Argentina ketiga yang mencapai final setelah Boca Juniors pada 2007 dan Estudiantes pada 2009. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,