Perlu Rumah Sakit Khusus Pekerja

Perlu Rumah Sakit Khusus Pekerja

?Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi.(Foto:Net)

Bandung- Rumah sakit khusus pekerja di daerah industri seperti di Kabupaten Bandung harus jadi perhatian Pemkab Bandung.

Ketua Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTSK-SPSI) Kabupaten Bandung Uben Yunara mengatakan sejak 2003, pemerintah pusat merencanakan pembangunan rumah sakit khusus pekerja. Namun hingga kini rencana tersebut tak kunjung dilaksanakan.

"Berdasarkan kabar yang kami terima rumah sakit khusus pekerja ini baru akan dibuat di Koja Jakarta Utara. Seharusnya, bukan hanya di Jakarta, tapi harus juga dibuat beberapa daerah industri seperti di sini yang merupakan daerah penyangga industri Jawa Barat," kata Uben Yunara, di Sekretariat SPTSK-SPSI Kabupaten Bandung, Jalan R.A.A Wiranatakusuma, Baleendah, Kamis (18/12/2014).

Dengan jumlah pekerja yang cukup banyak dan tersebar dibeberapa daerah, lanjut Uben, idealnya di Kabupaten Bandung terdapat tiga rumah sakit khusus pekerja. Karena daerah industri di Kabupaten Bandung tersebar mulai dari kawasan timur, tengah hingga selatan.

?"Daerah industri di Kabupaten Bandung cukup luas dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 350 ribu orang. Karenanya kami membutuhkan rumah sakit khusus pekerja karena Kabupaten Bandung dan daerah Bandung Raya ini merupakan penopang ibukota," katanya.

Pada kesempatan yang sama, ?Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi mengatakan, setelah digulirkannya program BPJS, kunjungan rumah sakit rata-rata bertambah 300 persen dari biasanya. Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Al Ihsan Baleendah Kab Bandung, mencapai 1200 orang pasien perhari dari sebelumnya hanya sekitar 400 orang pasien perhari.

"Memang benar kalau ada rumah sakit khusus pekerja bisa mengurangi beban yang ada. Pembangunannya bisa difasilitasi pemerintah dengan kerja sama BPJS Ketenagakerjaan," kata Dede saat mengunjungi Sekretariat SPTSK-SPSI Kabupaten Bandung.?

?Pembangunan rumah sakit pekerja, lanjut Dede, sangat memungkinkan karena selama ini dana yang terhimpun dari iuran BPJS dari pekerja seluruh Indonesia mencapai Rp 150 triliun.

Dana tersebut, bisa digunakan untuk mendirikan rumah sakit. Apalagi, biaya untuk mendirikan rumah sakit  hanya membutuhkan anggaran antara Rp 200 hingga Rp 300 miliar saja.

"Sangat mungkin dilaksanakan. Karena uangnya ada di BPJS, pemerintah daerah tinggal menyiapkan lahan saja," ujarnya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,