Bambang Pesimistis Islah Golkar Terjadi

Bambang Pesimistis Islah Golkar Terjadi

Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo.(Foto:Net)

Jakarta - Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo menyatakan pesimistis islah di internal Golkar dapat tercapai melalui jalur Mahkamah partai.

"Saya pesimis bisa mencapai islah atau selesai melalui meja perundingan Mahkamah Partai. Mencermati perkembangan dan dinamika pasca keputusan menkumham terkait kisruh di tubuh Golkar," kata Bambang melalui pesan Blackberry di Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Menurut dia jalan terbaik agar kekisruhan ini tidak berlarut-larut dan masing-masing pihak merasa benar sendiri, maka jalan hukum melalui pengadilan adalah yang terbaik.

Dia mengatakan biar pengadilan yang memutuskan berdasarkan bukti-bukti dan dokumen yang ada.

"Hal itu terkait proses Munas mana yang sah berdasarkan ketentuan AD/ART Partai Golkar dan UU Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik dan Munas mana yang 'odong-odong'," ujarnya.

Bambang mengatakan Kemenkumham tidak berani membuka dan mengadu keabsahan data Munas Bali dan Munas Jakarta tersebut ke publik. Karena itu, menurut dia, di pengadilan sangat dimungkinkan data-data dan berbagai dokumen kedua Munas itu dibuka secara transparan.

Dia menjelaskan biar pengadilan dan publik melihat kepengurusan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) mana yang sebenarnya lengkap dan didukung 34 DPD I Partai Golkar se-Indonesia dan 400-an lebih DPD II Partai Golkar se-Indonesia serta didukung 10 organisai yang ikut mendirikan dan didirikan Partai Golkar.

"Dengan begitu masyarakat juga dapat langsung mengetahui Kepengurusan DPP Golkar mana yang tidak memiliki DPD I dan DPD II se-Indonesia," ujarnya.

Dia menegaskan kepengurusan hasil Munas Golkar di Bali dilengkapi dukungan dan pengakuan secara tertulis sekaligus pernyataan penolakan terhadap Munas Jakarta yang ditandatangani masing-masing ketua dan sekretaris yang sah sebagai bukti hukum dari 34 DPD I PG se-Indonesia dan 400-an lebih DPD II PG se-Indonesia.  (AY)

.

Categories:Politik,