Tujuh Kecamatan Kab. BandungTerendam Banjir

Tujuh Kecamatan Kab. BandungTerendam Banjir

Genangan air meremdam Jalan Anggadireja yang menghubungkan Kecamatan Baleendah dan Dayehkolot, Jumat (19/12).(Foto:BimaAdi/CikalNews)

Bandung - Hujan deras yang terjadi sepanjang Kamis (18/12) sore hingga malam menyebabkan banjir hingga merendam ratusan rumah di tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung, yakni Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Cicalengka, Cileunyi, Rancaekek, Majalaya.

"Di Cicalengka, akibat luapan Sungai Citarik  sekitar 80 rumah terendam dengan ketinggian 50 centimeter hingga 1,5 meter," katanya di Komplek Pemkab Bandung, Jumat (19/12/2014).

Rendaman air di Cicalengka, kata Marlan, sempat  menyebabkan Jalan Raya Cicalengka tepatnya di depan jembatan Sungai Citarik tidak bisa dilalui karena ketinggian air dijalan tersebut mencapai 50 cm. Kemudian di wilayah Kecamatan Rancaekek juga terencam banjir akibat meluapnya sungai Cikijing dan Cimande.

Banjir juga terjadi di Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeruh.

"Untuk mengatasi banjir di Cileunyi Kulon ini kami sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera memperbaikinya dengan pemasangan bronjong," katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Bojong Soang, sebanyak 16 kepala keluarga dan 16 jiwa serta  tiga balita terpaksa harus mengungsi. Hal serupa terjadi di Kecamatan Baleendah dan membuat tujuh kepala keluarga diungsikan ke Gor Baleendah dan Gor Inkanas

''Ketinggian air di dua daerah itu antara 50 cm sampai 120 cm dan sempat memutuskan jalan antara Baleendah - Ciparay serta jalan Baleendah - Banjaran karena genangan air  setinggi 40 cm,'' katanya.

Marlan menambahkan pihaknya  meminta  warga selalu  mewaspadai terjadinya banjir susulan seiring masih tingginya curah hujan dalam beberapa hari kedepan yang berpotensi menyebabkan luapan aliran sungai.

Selain banjir, kata Marlan, daerah rawan longsor  mesti diwaspadai menyusul adanya retakan tanah sepanjang 150 meter dengan lebar 30 centimeter dan kedalaman 5 meter di Desa Mekarsari Kecamatan Pasirjambu.

"Berdasarkan hasil kajian dari Geologi, retakan ini harus diwaspadai karena penyebabnya bukan hanya karena rembesan air dari kolam saja melainkan memang rawan retakan," katanya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,