Kenaikan BBM Pantas Jadi Pertimbangan Revisi UMK

Kenaikan BBM Pantas Jadi Pertimbangan Revisi UMK

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Pemprov Jawa Barat Hening Widiatmoko(Foto:Ade/CikalNews)

Bandung -Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Pemprov Jawa Barat Hening Widiatmoko menjelaskan, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memahami dasar tuntutan buruh agar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2015 direvisi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai memang pantas menjadi pertimbangan revisi UMK.
 
Hal tersebut diungkapkannya  ketika menerima 20 perwakilan buruh, yang menggelar demonstrasi di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/12/2014).
 
Pantauan CikalNews.com, aksi unjuk rasa digelar sekitar seribu pekerja dari Kota Bandung dan kabupaten sekitarnya. Perwakilan buruh yang dipimpin Rojinto dari Serikat Buruh Nasional (SPN) Jawa Barat ini diterima Kadisnakertrans dan Kabag Humas Pemprov Ateng Kusnandar.
 
Saat menjawab desakan kalangan buruh agar Gubernur segera merevisi UMK 2015, Hening mengatakan, prosesnya tengah berlangsung. Gubernur sendiri memerintahkan pembentukan tim khusus pengkaji untuk revisi UMK yang ditetapkan pada 21 November 2014 itu, agar hasilnya terbaik bagi buruh maupun dunia usaha.
 
"Hasil pengkajian akan dibahas besok bersama Dewan Pengupahan, yang terdiri atas perwakilan pengusaha dan serikat buruh," ujar Hening.
 
Dirinya tidak memastikan apakah tuntutan buruh dipenuhi, namun Hening menyatakan, keputusan akhir revisi UMK ditentukan dalam pertemuan tim pengkaji dengan Lembaga Kerjasama Tripartit, yang beranggota wakil pengusaha dan buruh.
 
"Jadi, kami sendiri tidak mengetahui besaran revisinya. Namun, kemungkinan besaran kenaikannya masih di atas perubahan UMK provinsi lain, misalnya Jawa Tengah," ungkap Hening.
 
Sedangkan perwakilan buruh yang dipimpin Rojinto dari Serikat Buruh Nasional (SPN) Jawa Barat mengatakan, desakan kalangan buruh yang menghendaki revisi UMK 2015 yakni naik antara 7 - 10 persen.
 
"Angka ini wajar sesuai kenaikan harga BBM dan dampaknya yang luas bagi kaum buruh," kata Rojinto, yang dibenarkan perwakilan pekerja lain dalam pertemuan tersebut.
 
Demonstrasi buruh di depan Gedung Sate berlangsung damai. Begitu pula di depan Gedung Negara Pakuan. Tidak terjadi insiden apapun dalam unjuk rasa tersebut, hingga massa demonstran membubarkan diri menjelang sore. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,bbm,